Search for collections on Repository Universitas Jenderal Soedirman

KONFLIK ANTARDESA (Sebuah Kajian Sosisologis tentang Kekerasan Kolektif di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)

WURYANINGSIH, Tri and SUYANTO, Edy and WIDYASTUTI,, Tri Rini and WULAN, Tyas Retno (2004) KONFLIK ANTARDESA (Sebuah Kajian Sosisologis tentang Kekerasan Kolektif di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas). Jurnal Pembangunan Pedesaan, IV (2). pp. 111-121. ISSN 1411-9250

[img] PDF (Fulltext)
74-76-2-PB (1).pdf

Download (791kB)

Abstract

Penelitian bertujuan ingin mengetahui kondisi yang mendukung munculnya konflik antardesa di wilayah tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik analisis model interaktif. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui indepth interview, focused group discussion, serta observasi dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pendukung munculnya konflik antardesa di Kecamatan Kedungbanteng sangat terkait dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah tersebut, yang ditandai dengan rendahnya tingkat pendidikan penduduk dan banyaknya penduduk usia produktif yang menganggur, terutama di Kelurahan Beji. Penelitian ini juga mengungkap bahwa di antara kedua desa memiliki pandangan negatif terhadap pihak lain. Masyarakat Kelurahan Beji melihat bahwa orang Karangnangka memiliki karakter sok priyayi, sombong, individualistis, dan suka memanfaatkan kedekatan mereka dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan. Walaupun jumlah penduduk yang menjadi pegawai jumlahnya tidak jauh berbeda dibanding Desa Beji, namun mereka itu kebanyakan keturunan orang-orang yang memiliki “pengaruh” di desa tersebut. Sebaliknya, masyarakat Karangnangka melihat orang-orang Beji sebagai orang yang kasar, reseh, sekarepe dhewek. Menurut “sejarah,” dahulu di Beji ada sebuah Perguruan Silat “Asma,” sehingga di masa lalu orang-orang Beji sangat ditakuti oleh masyarakat Kedungbanteng dan sekitarnya. Meski masa itu telah lama berlalu, namun tampaknya sisa-sisa “kejawaraan” mereka masih ada. Di antara berbagai faktor pendukung tersebut, tampaknya perebutan sumber air merupakan faktor yang utama. Masyarakat Beji yang banyak memiliki kolam ikan sebagai sumber hidup mereka, sering berebut air - terutama pada musim kemarau dengan masyarakat Karangnangka, yang kebetulan letaknya di atas.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Konflik antardesa
Subjects: S > S469 Sociology
V > V80 Violence in popular culture
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: Mrs Tri Wuryaningsih
Date Deposited: 21 Oct 2021 05:29
Last Modified: 21 Oct 2021 05:29
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/11712

Actions (login required)

View Item View Item