Cerai Gugat karena Kekerasan dalam Rumah Tangga (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Atambua Nomor 13/Pdt.G/2018/PA.Atb)

FAUZAN, Faza (2020) Cerai Gugat karena Kekerasan dalam Rumah Tangga (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Atambua Nomor 13/Pdt.G/2018/PA.Atb). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf

Download (207kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (389kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf

Download (274kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-1-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (390kB)
[img] PDF (BabII)
BAB-2-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (567kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-3-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (216kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-4-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (544kB)
[img] PDF (BabV)
BAB-5-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (203kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR-PUSTAKA-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf

Download (202kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Faza Fauzan-E1A015104-skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (293kB)

Abstract

Perkawinan adalah salah satu fase penting yang dilewati oleh setiap manusia, dimana diIndonesia perkawinan tersebut bertujuan untuk membentuk suatu keluarga (rumah tangga) yangbahagia dan kekal berdasarakan Ketuhanan Yang Maha Esa . Hanya saja tidak setiap perkawinandapat mencapai tujuan yang diharapkan tersebut dikarenakan terjadi perceraian yang berakibatputusnya hubungan suami istri. Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974Tentang Pekawinan terdapat asas perkawinan yang salah satunya adalah mempersukar terjadinyaperceraian. Meskipun begitu tetap saja perceraian terjadi di masysrakat, salah satunya terdapatdalam Putusan No 13/Pdt.G/2018/PA.Atb dimana hakim mengabulkan terjadinya cerai gugat. Rumusan masalah dalam penelitian ini untuk mengetahui pertimbangan hukum hakimdalam memutus cerai gugat pada Putusan Pengadilan Agama Atambua Nomor:13/Pdt.G/2018/PA.Atb . Dengan menggunakan metode yuridis normatif, spesifikasi prespektif,dan metode analisis data menggunakan metode normatif kualitatif diperoleh hasil penelitianbahwa hakim mengabulkan cerai gugat hanya semata-mata terjadinya perselisihan, cekcok, hidupberpisah tidak dalam satu tempat kediaman bersama yang didasarkan pada Pasal 19 (f) PeraturanPemerintah Nomor 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Ditemukan fakta hukum lain yaitu telah terjadi kekejaman mental yang di lakukan olehTerggugat kepada Penggugat berupa kekerasan dalam rumah tangga (psikis) dikarenakanPengguat mengetahui bahwa Tergugat akan menikah lagi dengan dengan wanita lain. Alasantersebut dapat digunakan sebagai alasan perceraian sebagaimana diatur pada Pasal 19 huruf (d)Peraturan Pemerintah Nomor 1975 jo. Pasa 116 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam “salah satupihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain”.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: E20170
Uncontrolled Keywords: Perkawinan, Cerai Gugat,Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Subjects: D > D233 Divorce
D > D269 Domestic violence
L > L76 Law and legislation
M > M84 Marriage
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 17 Jan 2022 03:23
Last Modified: 17 Jan 2022 03:23
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/13030

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year