Gugat Cerai karena Nafkah Batin tidak Terpenuhi (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 126/PDT.G/2014/PA.SKG)

WILLIJAYARTO, R. Bianca Riyadi (2017) Gugat Cerai karena Nafkah Batin tidak Terpenuhi (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 126/PDT.G/2014/PA.SKG). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (18kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (438kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (115kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (250kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (577kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (485kB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5kB)
[img]
Preview
PDF (DaftarPustaka)
Daftar pustaka_1.pdf

Download (170kB) | Preview

Abstract

Every human being has the desire to continue the descent by conducting marriages. A passion that became the impetus for the existence of life forms living family, husband and wife, and eventually formed a society of States. Purpose of marriage according to law number 1 of 1974 is to form a family or house hold itshappy eternal based on god hood of almighty god. Altough the purpose of marriageis forever, but the act of mating allow divorce with reason that can be accountedfor indefensible. One of the breakdown in the marriage because of the divorce, the sub paragraph (e) of the reason for divorce, because one of the parties had theimpairment or illness which resulted in can’t run their obligations as a husband orwife. The problem in this research is how legal considerations the judge ingranting a divorcement of unfulfilled inner living happened in Sengkang ReligiousCourt on the decision NO. 126 / Pdt.G / 2014 / PA.SKG. The Methods used in this research is juridical normative. The results revealed that the judge did not use the excuse of divorce because of disputes that arise because of premature ejaculation in the elucidation of Article 39 paragraph 2 (f) of LawNo. 1 of 1974 in conjunction with Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law jo. Article 19 letter (f) of Government Regulation No. 9 of 1975. The judge simply use the excuse of divorcebecause her husband got a disability or illness in the form of premature ejaculation is contained inArticle 39 paragraph 2 (e) jo. Article 19, point (e) of Government Regulation No. 9 of 1975 jo.Article 116 letter (e) Compilation of Islamic Law. Setiap manusia memiliki hasrat untuk melanjutkan keturunan dengan melakukan perkawinan. Hasrat itu menjadi dorongan untuk adanya bentuk hidup suami istri, hidup berkeluarga, dan akhirnya membentuk suatu masyarakat negara.Tujuan dari perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 adalah untuk membentuk suatu keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, meskipun tujuan perkawinan adalah untuk selama-lamanya, akan tetapi undang-undang perkawinan memperbolehkan perceraian dengan alasan yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum, dalam artian perceraian merupakan alternatif terakhir yang boleh ditempuh apabila kehidupan rumah tangga tidak dapat dipertahankan. Salah satu putusnya perkawinan karena adanya perceraian, alasan perceraian ini diatur dalam penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf (e) tentang alasan perceraian karena salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai suami atau istri. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan gugat cerai karena nafkah batin tidak terpenuhi yang terjadi di Pengadilan Agama Sengkang pada putusan nomor 126/PDT.G/2014/PA.SKG. Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisanhukum ini adalah yuridis normati atau legal approach, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Hakim tidak menggunakan alasan perceraian karena perselisihan yang timbul karena ejakulasi dini dalam Penjelasan Pasal 39 ayat 2 huruf (f) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975. Hakim hanya menggunakan alasan perceraian karena suami mendapat cacat badan atau penyakit berupa ejakulasi dini yang terdapat dalam Pasal 39 ayat 2 huruf (e) Penjelasan Undang-Undang Nomor 1tahun 1974 jo.Pasal 19 huruf(e)Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun1975jo.Pasal116 huruf (e) KompilasiHukumIslam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: E1A01118
Uncontrolled Keywords: Divorcement, Inner living Gugat Cerai, Nafkah Batin
Subjects: D > D233 Divorce
?? M84a ??
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 29 Oct 2018 06:45
Last Modified: 03 Sep 2020 07:36
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/148

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year