Kajian Penanganan Pascapanen Tanaman Obat di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas

HERNINGTYAS, Dieni (2016) Kajian Penanganan Pascapanen Tanaman Obat di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (977kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pengolahan hasil panen merupakan suatu tahapan yang sangat penting dan perlu dilakukan secara baik dan benar, sehingga dapat memberikan hasil dengan kualitas yang optimal, mempunyai kadar zat berkhasiat yang tinggi, stabil, efisien dan mempunyai penampilan fisik yang menarik. Penanganan pasca panen harus diupayakan agar simplisia segera dikeringkan sampai derajat kekeringan tertentu (12%) dengan demikian akan mudah diproses selanjutnya (misalnya dihaluskan), dapat terhindar dari reaksi enzimatik dan mencegah timbulnya bakteri maupun cendawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi: 1) Jenis – jenis tanaman obat yang ditanam, 2) Penanganan pascapanen tanaman obat, 3) Mutu produk hasil panen tanaman obat di Kecamatan Kalibagor. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian adalah bulan Maret sampai dengan Mei 2015. Penelitian menggunakan metode survei expost facto, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel pengamatan yang diamati yaitu produksi komoditas tanaman obat, luas panen komoditas tanaman obat, penanganan pascapanen tanaman obat, kualitas hasil panen dan pendapatan komoditas tanaman obat. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan Kecamatan Kalibagor memiliki potensi untuk pengembangan tanaman obat. Tanaman obat dibudidayakan pada lahan pekarangan. Penanganan pascapanen yang dilakukan setiap responden masih sangat sederhana yaitu hanya dilakukan pembersihan dan pengeringan. Hampir semua responden tidak melakukan pencucian terhadap rimpang tanaman obat karena dapat mengurangi kandungan senyawa yang terkandung didalamnya serta menambah kadar air dari rimpang tersebut. Waktu panen yang dilakukan setiap responden tepat waktu yaitu berkisar 8 – 12 bulan setelah tanam, dilakukan pada musim kemarau ataupun awal musim penghujan. Hasil analisis kandungan air dan minyak atsiri pada beberapa sampel rimpang tanaman obat menunjukkan bahwa kandungan airnya masih sangat tinggi yaitu kunyit 63,29 %, lengkuas 53,79 %, jahe 57,67 % dan kencur 51,59 %. Kandungan minyak atsiri yang terdapat rimpang masih sangat rendah yaitu kunyit 1,96 %, lengkuas 1,38 %, jahe 0,96 % dan kencur 1,45 %.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A16114
Uncontrolled Keywords: Tanaman Obat
Subjects: M > M168 Medical botany
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 22 Mar 2022 08:03
Last Modified: 22 Mar 2022 08:03
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/15177

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year