Uji Metabolit Sekunder Dua Isolat Trichoderma Sp. terhadap Penyakit Kresek dan Hasil Padi Varietas IR-64

NURHAYATI, Yeyet (2016) Uji Metabolit Sekunder Dua Isolat Trichoderma Sp. terhadap Penyakit Kresek dan Hasil Padi Varietas IR-64. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (902kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (909kB)
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (909kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (904kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Padi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan pokok hampir seluruh rakyat Indonesia. Upaya peningkatan produksi padi di Indonesia menghadapi berbagai kendala, salah satunya yaitu penyakit kresek yang disebabkan oleh patogen Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Trichoderma sp. merupakan mikroba antagonis yang dapat menghasilkan metabolit sekunder berupa antibiotika, enzim, hormon, dan toksin. Metabolit sekunder Trichoderma sp. dapat dimanfaatkan sebagai pestisida hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan metabolit sekunder dua isolat Trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit kresek serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas IR-64 di lapangan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan lahan padi Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mulai dari September 2015 sampai Januari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yaitu dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe, isolat bawang merah, gabungan isolat jahe dan bawang merah, serta bakterisida (berbahan aktif streptomisin sulfat 7%). Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, selisih tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan, bobot tanaman segar dan basah, waktu berbunga pertama kali, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir gabah per rumpun, bobot gabah basah dan kering per rumpun serta analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat bawang merah dan jahe baik secara tunggal maupun gabungan berpotensi menunda masa inkubasi 8,82-11,7%, menekan intensitas penyakit 39,98-41,67% dan laju infeksi 19,56-22,23%, meningkatkan selisih jumlah daun 52,86-56,47%, hasil gabah 8,02-8,49 t/ha dan senyawa fenol, namun belum mampu meningkatkan selisih jumlah anakan, bobot tanaman segar dan kering. Penerapan tunggal metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat bawang merah dan jahe memberikan potensi terbaik mempercepat waktu berbunga pertama kali 2,283,26%, menambah selisih tinggi tanaman 9,87-10,04%, jumlah gabah per malai 3,34-6,43%, bobot 1000 butir per rumpun, 7,28-19,76%, bobot gabah basah dan kering per rumpun masing-masing 4,93-11,4% dan 5,81-12% serta meningkatkan senyawa fenol pada jaringan tanaman dibandingkan dengan kontrol.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A16118
Uncontrolled Keywords: Budidaya Padi, penyakit Tanaman
Subjects: P > P177 Pest control
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 06 Apr 2022 04:34
Last Modified: 06 Apr 2022 04:34
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/15189

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year