Produktivitas Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg.) pada Berbagai Elevasi Lahan di PTPN IX Kebun Ngobo Kabupaten Semarang

PANGESTI, Intan (2016) Produktivitas Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg.) pada Berbagai Elevasi Lahan di PTPN IX Kebun Ngobo Kabupaten Semarang. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (896kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (890kB)
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (972kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (897kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (887kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (893kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) berasal dari Benua Amerika atau khususnya dari Negara Brazil. Indonesia bersama Malaysia dan Thailand, pada tahun 2009 merupakan pemasok utama karet dunia. Tahun 2014, Indonesia menjadi produsen lateks terbesar dunia ke-2 setelah Thailand. Produksi lateks Indonesia tahun 2009 mencapai 2,5 juta ton. Produktivitas yang dihasilkan perkebunan karet Indonesia saat ini masih relatif rendah. Budidaya tanaman karet harus dilakukan di lokasi yang agroklimatnya tepat, agar tanaman berproduksi dengan baik. Elevasi yang berbeda akan mempengaruhi kondisi agroklimat lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai produktivitas tanaman karet pada berbagai elevasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui produktivitas lateks pada tanaman karet yang dibudidayakan pada ketinggian 300-400 m dpl, 401-500 m dpl dan > 500 m dpl, 2) Mengetahui perbedaan produktivitas lateks pada klon yang berbeda dengan umur yang sama, 3) Mengetahui kondisi lingkungan tanaman karet pada ketinggian yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Kebun Ngobo, yang terletak di Kecamatan Bregas, Kabupaten Semarang pada bulan November 2015. Penelitian menggunakan metode survai dengan teknik sampling secara stratified random sampling yaitu, pengambilan sampel berupa tanaman karet pada 3 tingkat elevasi. Ketinggian yang digunakan yaitu 300-400 m dpl, 401-500 m dpl dan > 500 m dpl. Sampel diambil dengan ketentuan klon berbeda dan umur yang sama. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu produksi lateks, lingkar batang, intensitas cahaya, ketinggian tempat, pH tanah, curah hujan, suhu, kelembapan udara dan aspek budidaya. Hasil penelitian menunjukkan 1) Produksi lateks rata-rata pada ketinggian 300-400 m dpl yaitu 55.336 g/p/bln untuk klon BPM 1 dan 83.368 g/p/bln untuk klon PB 260, 401-500 m dpl yaitu 85.88 g/p/bln untuk klon BPM 1 dan 101.69 g/p/bln untuk klon PB 260, > 500 m dpl yaitu 90.264 g/p/bln untuk klon BPM 1 dan 121.09 g/p/bln untuk klon PB 260. 2) Produksi lateks rata-rata pada klon BPM 1 yaitu 77.16 g/p/hr dan produksi lateks rata-rata pada klon PB 260 yaitu 102.05 g/p/hr. Klon PB 260 lebih produktif daripada klon BPM 1. 3) Kondisi lingkungan pada ketinggian 380 m dpl, 420 m dpl dan 520 m dpl adalah berbeda pada jenis tanah, topografi, pH, suhu, kelembapan dan intensitas cahaya. Kondisi yang sama hanya terlihat pada tipe iklim yaitu tipe iklim C (agak basah) menurut Schmidth dan Ferguson.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A16127
Uncontrolled Keywords: Produktivitas Tanaman Karet
Subjects: C > C1000 Cultivated plants
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 23 Mar 2022 07:17
Last Modified: 23 Mar 2022 07:17
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/15203

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year