Aplikasi Ekstrak Mikroba Lima Rhizosfer Bambu untuk Pengendali Penyakit Busuk Kering Pepaya Lepas Panen

RACHMAWATI, Anisa (2016) Aplikasi Ekstrak Mikroba Lima Rhizosfer Bambu untuk Pengendali Penyakit Busuk Kering Pepaya Lepas Panen. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (900kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (889kB)
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (891kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (881kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pepaya merupakan tanaman yang cukup dikenal dan dibudidayakan oleh hampir seluruh penduduk dunia termasuk di Indonesia. Pepaya merupakan buah bermutu dan bergizi tinggi, sebagai sumber nutrisi terutama vitamin A dan C. Salah satu kendala produksi pepaya adalah penyakit busuk kering pascapanen, yang disebabkan Fusarium sp. Pengendalian penyakit busuk kering pada buah pepaya lepas panen ini menggunakan produk metabolit dari mikroba antagonis yang terdapat pada rhizosfer bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ekstrak mikroba lima rhizosfer bambu (tali, wulung, ampel, kasap dan kuning), dalam menekan penyakit busuk kering pada pepaya lepas panen serta pengaruhnya terhadap mutu buah pepaya. Penelitian dilaksanakan di laboratorium perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai Maret 2016 sampai dengan Mei 2016. Penelitian ini dilakukan secara dua tahap, yaitu pengujian secara in vitro dan in vivo. Pengujian secara in vitro dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap. Pengujian secara in vivo dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu: Kontrol tanpa antagonis, ekstrak mikroba rhizosfer bambu tali, wulung, ampel, kasap dan kuning. Variabel yang diamati yaitu tingkat penghambatan antagonis, berat kering miselium, masa inkubasi, luas serangan, tingkat kekerasan dan kadar gula serta uji organoleptik. Hasil penelitian in vitro menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak rhizosfer bambu ampel, kuning dan kasap mampu menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. masing-masing sebesar 24,25, 18,5 dan 13% dan perlakuan ekstrak rhizosfer bambu ampel mampu menekan pertumbuhan miselium sebesar 49,1%. Pada uji in vivo, ekstrak rhizosfer bambu ampel mampu menunda masa inkubasi sebesar 57%, ekstrak rhizosfer bambu kuning dan ampel dapat menekan luas serangan masing-masing sebesar 91,89 dan 86,62%. Perlakuan ekstrak rhizosfer bambu kuning dan ampel positif memengaruhi kekerasan, kadar gula dan warna pada buah pepaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A16318
Uncontrolled Keywords: Penyakit buah, Pengendali hama
Subjects: F > F409 Fruit Diseas
P > P177 Pest control
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 12 Apr 2022 07:44
Last Modified: 12 Apr 2022 07:44
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/15487

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year