Kultur Mikroalga Navicula sp. pada Media Limbah Cair Tapioka dengan Tingkat Pengenceran dan Konsentrasi Fosfat yang Berbeda

AMALAH, Nur (2016) Kultur Mikroalga Navicula sp. pada Media Limbah Cair Tapioka dengan Tingkat Pengenceran dan Konsentrasi Fosfat yang Berbeda. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (891kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (967kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (880kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (970kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Limbah cair tapioka dapat dijadikan sebagai media kultur mikroalga karena mengandung beberapa unsur hara yang dibutuhkan untuk kehidupan mikroalga, salah satunya adalah fosfat yang dapat mempengaruhi kepadatan sel. Fosfat berperan dalam proses penyusunan karbohidrat. Fosfat berpengaruh baik pada proses pembelahan sel dan pembentukan lemak. Limbah cair tapioka masih sangat pekat. Oleh karena itu, sebelum digunakan sebagai media kultur mikroalga limbah cair tapioka harus diencerkan terlebih dahulu dengan menambahkan akuades. Proses pengenceran ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya yang masuk ke dalam media yang berpengaruh terhadap proses fotosintesis mikroalga. Salah satu mikroalga yang dapat hidup di limbah cair tapioka yaitu Navicula sp. Mikroalga tersebut merupakan salah satu jenis dari divisi Chrysophyta dan klas Bacillariophyceae (Diatom) yang berpotensi sebagai biofuel dengan kandungan minyak sebesar 22-23%. Mikroalga ini mampu hidup dengan mendapatkan unsur hara yang berasal dari limbah cair tapioka yang telah mengalami penguraian oleh mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara tingkat pengenceran dan konsentrasi fosfat terhadap kepadatan Navicula sp. yang dikultur pada media limbah cair tapioka dan mengetahui tingkat pengenceran dan konsentrasi fosfat yang menghasilkan kepadatan Navicula sp. maksimal yang dikultur pada media limbah cair tapioka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Faktor I adalah tingkat pengenceran limbah cair tapioka yaitu 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan sebagai faktor II adalah konsentrasi fosfat yaitu 0 ppm, 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm. Parameter utama yang diukur yaitu kepadatan Navicula sp. yang dihitung menggunakan sedgewich rafter, sedangkan parameter pendukung yaitu suhu, pH, intensitas cahaya, CO2, salinitas, nitrat, dan fosfat. Hasil uji variansi pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% menunjukkan bahwa interaksi antara tingkat pengenceran dan konsentrasi fosfat berpengaruh dalam peningkatan kepadatan Navicula sp. pada kultur skala laboratorium. Hasil uji Duncan menunjukkan perlakuan terbaik yang menghasilkan kepadatan Navicula sp. maksimal adalah media limbah cair tapioka dengan tingkat pengenceran 20% tanpa penambahan fosfat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: B16006
Uncontrolled Keywords: Limbah Cair Tapioka, Fosfat, Pengenceran, Navicula sp.
Subjects: P > P405 Pollution control
W > W58 Water pollution
Divisions: Fakultas Biologi > S1 Biologi
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 20 Apr 2022 07:20
Last Modified: 20 Apr 2022 07:20
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/15611

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year