Pengaruh Pemberian Biofungisida Konsorsium Trichoderma dengan Dosis dan Waktu Berbeda terhadap Penyakit Rebah Kecambah Rhizoctonia solani pada Semai Cabai Rawit

JAMI, Jami (2016) Pengaruh Pemberian Biofungisida Konsorsium Trichoderma dengan Dosis dan Waktu Berbeda terhadap Penyakit Rebah Kecambah Rhizoctonia solani pada Semai Cabai Rawit. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (986kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (997kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (981kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (996kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang keberadaannya tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan Cabai Rawit cukup tinggi yaitu sekitar 4kg/kapita/tahun namun produktivitas cabai di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan cabai nasional, hal ini disebabkan oleh penyakit salah satunya rebah kecambah. Penyakit rebah kecambah ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani dan menyerang bibit yang berumur 1-21 hari setelah semai sehingga mengakibatkan bibit yang disemai membusuk dalam tanah atau bibit yang telah berkecambah mati sebelum muncul ke permukaan tanah. Pengendalian penyakit karena cendawan R. solani dapat dilakukan dengan menggunakan agen hayati dan bahan organik ke dalam tanah. Pengendalian hayati dengan memanfaatkan mikroorganisme antagonis merupakan alternatif pengendalian yang paling tepat dan perlu dikembangkan sebab relatif murah dan mudah dilakukan, serta bersifat ramah lingkungan misalnya dengan biofungisida konsorsium Trichoderma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma terhadap penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh R. solani pada semai Cabai Rawit dan mengetahui dosis dan waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma yang paling baik untuk mengendalikan penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh R. solani pada semai Cabai Rawit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicoba terdiri dari 2 jenis perlakuan yang dikombinasikan, yaitu 5 macam dosis biofungisida konsorsium Trichoderma (0%, 0.5%, 1%, 1,5%, 2%) dan 3 macam waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma (7 hari sebelum tanam, saat tanam, 7 hari setelah tanam). Setiap perlakuan diulang 3 kali dan pengamatan dilakukan selama 21 hari. Pengamatan meliputi persentase benih terserang yang sudah berkecambah tetapi belum muncul ke permukaan tanah (pre-emergence damping-off), persentase benih terserang yang sudah berkecambah dan telah muncul ke permukaan tanah (postemergence damping-off), dan persentase keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma dengan dosis dan waktu berbeda tidak dapat mengendalikan penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh R. solani pada semai Cabai Rawit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: B16013
Uncontrolled Keywords: Biofungisida Konsorsium Trichoderma, R. solani, Rebah Kecambah, Semai Cabai Rawit
Subjects: H > H106 Herbicides
P > P177 Pest control
Divisions: Fakultas Biologi > S1 Biologi
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 21 Apr 2022 06:38
Last Modified: 21 Apr 2022 06:38
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/15623

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year