Investigasi Tingkat Kritis Sub Daerah Aliran Sungai Cijolang Berdasarkan Baseflow Index Dengan Metode VIC (Variable Infiltration Capacity) Model

NARESWARA, Nareswara (2019) Investigasi Tingkat Kritis Sub Daerah Aliran Sungai Cijolang Berdasarkan Baseflow Index Dengan Metode VIC (Variable Infiltration Capacity) Model. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover-Nareswara.pdf

Download (26kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Nareswara-H1D013080-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (614kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Nareswara-H1D013080-Skripsi-2019.pdf

Download (27kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (88kB)
[img] PDF (BabII)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (532kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (181kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (82kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Sub DAS Cijolang adalah salah satu enam Sub DAS dari DAS Citanduy yang sudah digolongkan kritis oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Karakteristik DAS kritis perlu diketahui agar dapat dilakukan perlakuan atau tindakan yang tepat untuk menjaga keseimbangan ekosistem air dan tanah. Penelitian mengenai karakteristik baseflow di Pulau Jawa merupakan tantangan khususnya untuk menghubungan karakter fisik Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan data debit jangka Panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter baseflow Sub DAS cijolang yang menjadi salah satu DAS kritis di pulau Jawa. Data debit bulanan periode 1996-2005 digunakan untuk estimasi nilai BFI (Baseflow Index). Perhitungan BFI dilakukan dengan metode VIC (Variable Infiltration Capacity). Pada penelitian ini dibandingkan dengan data debit bulanan dilapangan untuk menghitung BFI. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin mendekati kriteria nilai error dari metode NSE, R, R , RMSE, dan PBIAS, maka keberhasilan simulasi BFI semakin besar (NSE>0,36 ; 0,3<R<1,0 ;0,3<R2<1,0; RMSE<50% ; dan PBIAS<25%). Metode NSE kalibrasi sebesar 0,599 dan validasi sebesar 0,112. Metode R kalibrasi sebesar 0,617 validasi sebesar 0,567, metode R2 kalibrasi sebesar 0,381 validasi sebesar 0,321, metode RMSE kalibrasi sebesar 21,591 m 2 3 /detik. metode PBIAS kalibrasi sebesar 15,181% validasi sebesar 27,368%. Serta baseflow index memiliki hubungan dengan perubahan tataguna lahan. Nilai ini menunjukan bahwa kalibrasi memenuhi kriteria dari kelima metode, sedangkan validasi terdapat salah satu metode yang tidak memenuhi kriteria yaitu metode NSE. Hal ini menyebabkan model VIC pada proses validasi memberikan nilai ketelitian yang kurang. Trend BFI mengalami penurunan pada periode 1996-2005, dan mengalami kenaikan 2006-2014. Hal yang sama terjadi pada kenaikan jumlah lahan hijau pada periode 2009-2011. Kecenderungan BFI yang naik diantara 2006-2014 berbanding lurus dengan kenaikan lahan hijau 2009-2011, maka tren BFI dapat dijadikan prediksi perubahan tataguna lahan hijau. /detik validasi sebesar 10,548 m 3

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: H19077
Uncontrolled Keywords: Indeks Aliran Dasar, Aliran Dasar, Aliran Permukaan, Sub DAS Cijolang, Tataguna Lahan, Variable Infiltration Capacity.
Subjects: C > C54 Canals Lakes Rivers Waterways
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil
Depositing User: Mr Supriyana Supriyana
Date Deposited: 25 Jul 2019 02:45
Last Modified: 13 Nov 2019 04:19
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/1862

Actions (login required)

View Item View Item