Prevalensi mikrofilaria pada nyamuk culex dan manusia di desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes

HANDAYANI, Khairina Dewi (2017) Prevalensi mikrofilaria pada nyamuk culex dan manusia di desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (476kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (952kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (482kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab.I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (489kB)
[img] PDF (BabII)
Bab.II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (695kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab.III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (608kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab.IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (577kB)
[img] PDF (BabV)
Bab.V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (476kB)
[img]
Preview
PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf

Download (705kB) | Preview
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit tular vektor yang disebabkan oleh cacing filaria yang hidup dalam kelenjar limfa dan saluran limfa manusia. Filariasis limfatik di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Dari tiga jenis filaria tersebut, W. bancrofti mendominasi hampir 90% infeksi di dunia. Di daerah perkotaan, filariasis bancrofti ditularkan oleh nyamuk Culex. Berdasarkan database kesehatan per Provinsi, jumlah penderita filariasis di Jawa Tegah dari tahun 2011 sampai 2014 tidak mengalami penurunan. Brebes merupakan Kabupaten di Jawa Tengah yang juga ditemukan kasus filariasis. Berdasarkan Profil kesehatan Kab/Kota 2014, di Kabupaten Brebes terdapat 23 kasus filariasis yang terdiri atas 8 penderita laki-laki dan 15 penderita perempuan. Salah satu kasus filariasis tersebut ditemukan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Survei mengenai filariasis belum pernah dilakukan di desa tersebut, oleh karena itu penelitian ini melakukan survei terhadapdarah tepi penduduk Desa Dukuhturi dan nyamuk Culex sp. sebagai vektornya.Nyamuk Culex sp. dapat berpotensi sebagai vektor filariasis jika ditemukan mikrofilaria di dalam tubuh nyamuk dan nyamuk pernah menghisap darah manusia, yang dapat diketahui dengan adanya kondisi parous (pernah bertelur) pada ovarium nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parity rate nyamuk Culex sp., prevalensi nyamuk Culex sp. yang terinfeksi mikrofilaria, prevalensi penduduk Desa Dukuhturi yang terinfeksi mikrofilaria, dan kepadatan mikrofilaria pada penduduk yang terinfeksi mikrofilaria. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara cluster random sampling. Pengambilan sampel darah tepi dilakukan berdasarkan ethical clearance dan informed concent. Data yang diperoleh ditabulasi kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan parousitas nyamuk, keberadaan mikrofilaria pada darah tepi manusia dan nyamuk di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes serta kepadatan mikrofilaria pada sampel darah tepi yang terinfeksi mikrofilaria. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat parousitas nyamuk Culex sp. tinggi yaitu 94% tetapi prevalensi nyamuk Culex sp. dan penduduk Desa Dukuhturi yang terinfeksi mikrofilaria adalah 0%,sehingga kepadatan mikrofilaria adalah 0.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: B17012
Uncontrolled Keywords: Filariasis, parousity, prevalence, dencity of microfilariae Filariasis, parousitas, prevalensi, kepadatan mikrofilaria
Subjects: I > I159 Insect pests Locusts Mosquitoes Moths Silkworms Wasps
M > M529 Mosquitoes
Divisions: Fakultas Biologi > S1 Biologi
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 31 Oct 2019 02:54
Last Modified: 12 Nov 2019 02:21
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/1959

Actions (login required)

View Item View Item