ALFIAN, Rahmat (2017) Pengaruh Perlakuan Suhu Pada Spesimen Cacing Ascaris lumbricoides terhadap Kualitas dan Kuantitas DNA. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
Cover_1.pdf Download (24kB) | Preview |
|
PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf Restricted to Repository staff only Download (543kB) |
||
|
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf Download (98kB) | Preview |
|
PDF (BabI)
Bab I_1.pdf Restricted to Repository staff only Download (104kB) |
||
PDF (BabII)
Bab II_1.pdf Restricted to Repository staff only Download (237kB) |
||
PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf Restricted to Repository staff only Download (258kB) |
||
PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf Restricted to Repository staff only Download (114kB) |
||
PDF (BabV)
Bab V_1.pdf Restricted to Repository staff only Download (93kB) |
||
|
PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf Download (184kB) | Preview |
|
PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf Restricted to Repository staff only Download (410kB) |
Abstract
Penyakit cacingan pada umumnya terjadi pada manusia yang tinggal di negara tropis dan subtropis. Cacing parasit yang menginfeksi manusia biasanya disebabkan oleh golongan Soil-Transmitted Helminths (STH). Ascaris lumbricoides merupakan salah satu golongan STH yang ditemukan pada usus manusia yang disebut askariasis. upaya pencegahan dan pengobatan infeksi cacingan dilakukan dengan pemberian anthelmintik secara berulang selama beberapa tahun sehingga beresiko akan menimbulkan resistensi. Teknik yang biasa digunakan untuk meneliti adanya resistensi obat terhadap cacing usus adalah teknik PCR, tetapi teknik ini sangat rentan terhadap kontaminasi yang bisa saja terjadi selama proses isolasi. Kualitas dan kuantitas DNA merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan teknik PCR. Struktur dari A. lumbricoides yang memiliki lapisan kutikula memerlukan perlakuan dan metode kerja yang berbeda. Penelitian terdahulu menggunakan liquid nitrogen dalam tahap preservasi memiliki hasil yang kurang baik secara kualitas maupun kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan suhu yang berbeda dalam isolasi DNA pada spesimen cacing A. lumbricoides yang dapat digunakan dalam uji molekuler. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan suhu yang biasa digunakan sebagai suhu penyimpanan, yaitu suhu ruang (±25ºC), -20ºC, -80ºC, dan liquid nitrogen (196ºC).Variabel penelitian yang diamati adalah pemberian perlakuan suhu pada spesimen. Parameter yang diamati adalah konsentrasi (kuantitas) dan kemurnian (kualitas) DNA hasil isolasi. uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-wilk menunjukkan data hasil pengukuran baik konsentrasi DNA maupun kemurnian DNA tidak terdistribusi secara normal, kemudian dilakukan analisis non-parametrik menggunakan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perlakuan suhu yang menghasilkan konsentrasi dan kemurnian DNA yang optimum. Data kualitas DNA diuji secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan pengaruh suhu terhadap kualitas dan kuantitas DNA hasil isolasi, setiap perlakuan suhu dapat digunakan untuk preservasi isolasi DNA.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Nomor Inventaris: | B17076 |
Uncontrolled Keywords: | scaris lumbricoides, Isolasi DNA, Soil-transmitted Helminth, Suhu |
Subjects: | D > D214 Disease |
Divisions: | Fakultas Biologi > S1 Biologi |
Depositing User: | Mr Rohmadi Rohmadi |
Date Deposited: | 29 Aug 2019 03:42 |
Last Modified: | 15 Jul 2020 04:40 |
URI: | http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/2095 |
Actions (login required)
View Item |