Studi Prevalensi Staphylococcus Aureus Pada Penderita Otitis Media Supuratif Kronis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Periode September 2016 Februari 2017

ALFASON, Leader (2017) Studi Prevalensi Staphylococcus Aureus Pada Penderita Otitis Media Supuratif Kronis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Periode September 2016 Februari 2017. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (154kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (558kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (165kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (312kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (229kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (913kB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (82kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (694kB)

Abstract

Otitis media supuratif kronis (OMSK) didefinisikan sebagai peradangan jangka panjang pada bagian telinga tengah dan rongga mastoid yang disertai dengan keluarnya cairan/otorrhoea dan perforasi timpanik. Menurut WHO, insidensi penyakit ini tergolong tinggi di negara-negara berkembang kawasan Asia. Persentase kematian akibat komplikasi OMSK berdasarkan populasi cukup beragam. Hal ini salah satunya disebabkan oleh belum jelasnya diagnosis OMSK yang hampir serupa dengan otitis media akut (OMA). Berdasarkan agen bakteriologis penyebabnya, Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang sering dijumpai pada sampel klinis OMSK. Pemberian antibiotik umumnya dilakukan untuk menangani infeksi bakteri lebih lanjut, namun pemberian dosisnya belum terstandardisasi dengan baik. Hal ini diketahui dapat memicu kemunculan isolat bakteri yang resisten terhadap berbagai jenis obat. Tingkat prevalensi S. aureus pada sampel klinis OMSK dapat diketahui melalui berbagai langkah karakterisasi dan identifikasi. Langkah tersebut meliputi metode mikrobiologis, molekuler dengan teknik PCR, dan MALDI-TOF. Adapun untuk memantau pola sensitivitas antibiotik isolat bakteri dapat menggunakan metode Kirby-Bauer. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi S. aureus, pola sensitivitas isolat S. aureus terhadap berbagai jenis antibiotik, dan mendeteksi ada tidaknya MRSA pada sampel klinis OMSK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto pada periode September 2016-Februari 2017. Penelitian dilaksanakan melalui pendekatan epidemiologi berbasis survei dengan desain potong lintang terhadap 40 sampel OMSK dari 34 pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Variabel penelitian yang diamati adalah prevalensi isolat S. aureus dan MRSA yang teridentifikasi pada sampel OMSK, serta pola sensitivitas antibiotik isolat S. aureus. Parameter utama penelitian yang diamati adalah karakter makromorfologi dan mikromorfologi isolat S. aureus pada medium MSA dan SBA, hasil uji mikrobiologis isolat S. aureus yang mencakup hasil uji katalase, oksidase, dan koagulase, amplikon gen nuc dan mecA, skor dan spektra MALDI-TOF yang terbentuk, dan diameter zona hambat pertumbuhan isolat S. aureus oleh antibiotik uji. Parameter pendukung adalah kuantitas dan kemurnian DNA isolat S. aureus. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dengan menghitung persentase prevalensi S. aureus dan sensitivitasnya terhadap antibiotik uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi S. aureus dijumpai pada 12 (35,29%) pasien OMSK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode September 2016-Februari 2017. S. aureus terdeteksi pada 41,18% sampel OMSK yang positif mengandung bakteri. Persentase sensitivitas S. aureus adalah 100% terhadap cefoxitin dan trimethoprim-sulphamethoxazole, 92,86% terhadap gentamicin, 85,71% terhadap oxacillin, erythromycin, dan chloramphenicol, 78,57% terhadap clindamycin, dan 64,27% terhadap tetracycline. Isolat MRSA tidak terdeteksi pada pasien OMSK RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode September 2016-Februari 2017.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: B17088
Uncontrolled Keywords: Otitis Media Supuratif Kronis, Sensitivitas Antibiotik, Staphylococcus Aureus.
Subjects: A > A366 Antibiotics
D > D217 Diseases Medical
Divisions: Fakultas Biologi > S1 Biologi
Depositing User: Mr Rohmadi Rohmadi
Date Deposited: 02 Sep 2019 07:32
Last Modified: 03 Aug 2020 01:51
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/2177

Actions (login required)

View Item View Item