Kegagalan Implementasi Program One Village One Product (Ovop) Dalam Memajukan Potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm) (Studi Kasus: Koperasi Serba Usaha Mulyasari Desa Pliken, Kecamatan Kembaran)

IRAWAN, Rizky Restu (2017) Kegagalan Implementasi Program One Village One Product (Ovop) Dalam Memajukan Potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm) (Studi Kasus: Koperasi Serba Usaha Mulyasari Desa Pliken, Kecamatan Kembaran). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (38kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (323kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (17kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (221kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (326kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (182kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab Iv_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (593kB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15kB)
[img]
Preview
PDF (Daftarpustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (189kB) | Preview
[img] PDF (Lampiran)
lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (548kB)

Abstract

Perekonomian pedesaan merupakan salah satu pondasi bagi pembangunan perekonomian nasional, hampir sebagian besar kebutuhan masyarakat kota seperti komoditas pertanian dan peternakan disuplai dari desa. Pemerintah berupaya untuk dapat memperkuat perekonomian pedesaan yaitu dengan mengembangkan ataupun menggiatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu Program yang digulirkan oleh Pemerintah untuk meningkatakan perekonomian masyarakat adalah dengan Program One Village One Product (OVOP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kegagalan Implementasi Program One Village One Product (OVOP) Sebagai upaya memajukan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Koperasi Serba Usaha Mulyasari Desa Pliken, Kecamatan Kembaran. Penelitian ini mengadopsi dari pendapat Thomas B Smith, dimana menurut Smith implementasi sebagai proses alur. Model proses atau alur yang dikemukakan oleh Smith ini melihat proses kebijakan dari perspektif perubahan social dan politik, dimana kebijakan yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk mengadakan perbaikan atau perubahan dalam masyarakat sebagai kelompok sasaran. Ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam proses implementasi kebijakan yaitu: a. Idealized policy : yaitu pola interaksi yang diidealisasikan oleh perumus kebijakan dengan tujuan untuk mendorong, mempengaruhi dan merangsang target group untuk melaksanakannya. b. Target groups : yaitu bagian dari policy stakeholders yang diharapkan dapat mengadopsi pola-pola interaksi sebagaimana yang diharapkan oleh perumus kebijakan. Karena kelompok ini menjadi sasaran dari implementasi kebijakan, maka diharapkan dapat menyesuaikan pola-pola perilakukan dengan kebijakan yang telah dirumuskan. c. Implementing organization : yaitu badan-badan pelaksana atau unit-unit birokrasi pemerintah yang bertanggung-jawab dalam implementasi kebijakan. Pelaksana tersebut dapat berupa organisasi ataupun perorangan yang melaksanakan kebijakan di lapangan dengan bertugas sebagai pengelola, pelaksanaan serta pengawasan. d. Environmental factors : unsur-unsur di dalam lingkungan yang mempengaruhi implementasi kebijakan seperti aspek budaya, sosial, ekonomi dan politik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, metode penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada dimasyarakat, dan berupaya menarik realitas itu kepermukaan sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda, atau gambaran tentang kondisi, situasi, atau fenomena tertentu. Fokus penelitian yang digunakan mengadopsi teori dari Thomas B Smith yang terdiri dari Idealized policy, Target group, Implementing organization, dan Environmental factors. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah Teknik purposive sampling, yaitu menentukan kelompok peserta yang menjadi informan sesuai dengan kriteria terpilih yang relevan dengan masalah penelitian tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode Observasi, Wawancara mendalam, dan Dokumentasi. Metode atau teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis interaktif Miles and Huberman yang terdiri dari Komunikasi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Validitas data menggunaan teknik Triangulasi, yaitu pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program OVOP yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya yang di laksanakan di Desa Pliken Kecamatan Kembaran dapat dikatakan belum berjalan optimal. Ada empat aspek yang dalam proses implementasi kebijakan yaitu: Idealized policy, Target groups, Implementing organization, Environmental factors. a. Idealized policy : KSU Mulyasari ini mengalami kegagalan yang dapat dilihat dari kurangnya pemahaman anggota KSU Mulyasari terhadap tujuan program OVOP. KSU Mulyasari masih mencari bibit dari luar daerah Banyumas. Proses sosialiasai tidak berjalan dengan baik antara pihak yang mengundang untuk sosialisasi dengan mereka yang datang mengikuti sosialisasi. Mereka yang datang mengikuti sosialisasi kurang memiliki minat dan ketertarikan terhadap program sosialisasi. b. Target groups : Sumber daya manusia (SDM) para anggota dari KSU Mulyasari termasuk rendah, terutama pada tingkat anggota baik dari segi usia yang sudah tidak produktif. Dukungan anggota di dapatkan fakta bahwa anggota KSU Mulyasari tidak mendapatkan dukungan dari anggota yang lain dalam menjalankan program pelatihan yang telah diikuti. c. Implementing organization : Kinerja Dinas dalam Menjalankan Program OVOP belum maksimal dalam mengusahakan ekspor hasil produksi Ikan Gurami, belum maksimal dalam mengusahakan bibit ikan gurami yang berasal dari sumberdaya lokal, belum masimal dalam menangani penyakit dan kematian ikan, belum maksimal dalam mengusahakan modal dan belum dapat mengatasi masalah tingginya harga pakan, belum maksimal dalam pendampingan serta kontrol terhadap masyarakat. PLUT telah cukup baik dalam mengembangkan UMKM secara keseluruhan. d. Environmental factors : Kurangnya representatif lingkungan meliputi kondisi kolam yang menggunakan dasar tanah, sehingga sering terjadi kebocoran, pendangkalan, air berubah menjadi keruh, berwarna hijau dan berbau. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kendala dalam mencapai tujuan program OVOP yakni aspek ekonomi daya beli rendah dan masalah modal anggota KSU Mulyasari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F17110
Uncontrolled Keywords: Implementasi, UMKM, OVOP, Koperasi
Subjects: C > C836 Cooperation
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Mr Rohmadi Rohmadi
Date Deposited: 04 Sep 2019 03:34
Last Modified: 19 Nov 2019 03:13
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/2221

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year