Tungku Versus Kompor(Studi Deskriptif Mengenai Perbedaan Persepsi dan Pengolahan Masakan Gudeg Mbok Benik di Temanggung)

RAMDHANI, Reza (2017) Tungku Versus Kompor(Studi Deskriptif Mengenai Perbedaan Persepsi dan Pengolahan Masakan Gudeg Mbok Benik di Temanggung). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (72kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (707kB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (74kB)
[img] PDF (Bab I)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Bab II)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Bab III)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Bab IV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Bab V)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF (Daftar pustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tungku dan Kompor, perlengkapan masak yang menjadi pembeda antara kedua pemilik warung gudeg Mbok Benik. Kedua warung berjalan dengan berbarengan akan tetapi masing-masing warung memakai perspektif yang berbeda dalam menggunakan alat masak sampai dengan menyiapkan masakannya atau penyajiannya. Pada cabang pertama, yang dikelola oleh Pakde Wot, masih mempertahankan penggunaan tungku, arang, kayu bakar, dan alat masak tradisional lainnya. Hal ini berbeda dengan warung yang dimiliki dan dikelola oleh Ibu Tutik. Warung ini menggunakan peralatan yang lebih modern, mulai dari penggunaan kompor sampai diikuti dengan alat memasak lainnya. Hal tersebut menjadi perhatian peneliti untuk mengetahui bagaimana persepsi, upaya, dan penafsiran yang dilakukan kedua pemilik gudeg tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sasaran penelitian adalah Pakde Wot dan Bu Tutik Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dan validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber. Artinya peneliti membandingkan informasi yang didapat dari wawancara dengan sumber lain seperti observasi maupun dokumentasi. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa usaha gudeg Mbok Benik yang dikembangkan Bu Tutik dan Pakde Wot memiliki pendekatan yang berbeda yakni pada penggunaan tungku oleh Pakde Wot dan kompor oleh Bu Tutik. Meskipun begitu, terlepas dari perbedaan persepsi oleh Pakde Wot mengenai perawatan tungku itu lebih mudah, keduanya mempersepsikan kompor sebagai alat produksi yang lebih efisien, lebih bersih, tidak menyebabkan polusi dan lebih menghemat biaya produksi dibandingkan tungku. Selanjutnya, upaya penggunaan kompor dan tungku dalam pengolahan masakan gudeg adalah penggunaan dapur dan alat memasak yang bagi Bu Tutik mempertimbangkan segitiga kerja dapur. Sebaliknya Pakde Wot tidak memperdulikan segitiga kerja dapur di dalam proses mengolah gudeg. Terakhir, dalam menafsirkan tungku, Pakde Wot beranggapan bahwa tungku ia pertahankan sebagai alat untuk menyambung hidup saja. Pakde Wot tidak termotivasi untuk beralih ke kompor atau bahkan mengembangkan usaha gudegnya. Sementara bagi Bu Tuti, kompor ditafsirkan sebagai bagian vital dalam usahanya. Beliau justru termotivasi untuk mengembangkan usahanya secara turun-temurun kepada anaknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F17016
Subjects: P > P138 Perception
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 29 Jun 2020 03:47
Last Modified: 26 Jan 2022 08:13
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/2245

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year