Gerakan Sosial Pedagang Kaki Lima: Studi Tentang Perjuangan Paguyuban Pedagang Kaki Lima Jensoed Purwokerto untuk Menolak Relokasi

SYAHIDAH, Adzkiya (2017) Gerakan Sosial Pedagang Kaki Lima: Studi Tentang Perjuangan Paguyuban Pedagang Kaki Lima Jensoed Purwokerto untuk Menolak Relokasi. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini antara lain bertujuan sebagai berikut: Pertama, mendeskripsikan latar belakang munculnya kebijakan penanganan PKL di Banyumas dan siapa saja pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Kedua, mendeskripsikan proses terbentuknya Paguyuban PKL Jensoed. Ketiga, mendeskripsikan dinamika gerakan Paguyuban PKL Jensoed untuk menolak kebijakan relokasi PKL di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode peneltian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Pendekatan studi kasus adalah pendekatan yang berupaya untuk meninjau sebuah kasus yang menjadi fenomena dan keterkaitan antara relasi para aktor yang ada dalam pergulatan suatu fenomena tersebut. Pendekatan ini digunakan untuk melihat atau memotret gerakan sosial yang dilakukan oleh PPKL Jensoed dalam memperjuangkan penghidupan yang layak dengan menolak kebijakan relokasi yang dikeluarkan oleh Pemkab Banyumas. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Raperda terkait penanganan PKL dilatarbelakangi oleh keinginan Pemkab untuk mengatur penggunaan ruang publik dan pengelolaan perdagangan sektor informal. Dalam hal ini, PKL dianggap telah menyalahi penggunaan ruang publik. Lebih jauh lagi, maksud dari pemerintah adalah untuk menggantikan PKL sebagai sektor informal dengan sektor formal. PPKL Jensoed lahir pada akhir Orde Baru untuk menjadi wadah para PKL untuk mempererat hubungan semata. PPKL Jensoed adalah organisasi PKL yang melakukan gerakan sosial untuk menolak adanya Raperda. Gerakan sosial PPKL Jensoed menggunakan strategi advokasi yang melingkupi aspek politik dan organisasi. Aspek politik adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan kerja propaganda, pendidikan, kampanye, aksi massa, menggandeng berbagai organisasi untuk mendukung, dan menuntut Pemkab Banyumas untuk menghapus Perda. Aspek organisasi adalah berhubungan dengan internal pimpinan maupun kegiatan konsolidasi anggota paguyuban dan kerja administrasi seperti membuat seragam, kartu anggota, hingga iuran. PPKL Jensoed berhasil bertahan berdagang di wilayah Jenderal Soedirman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F17190
Uncontrolled Keywords: Gerakan sosial, Paguyuban Pedagang Kaki Lima Jensoed, relokasi
Subjects: C > C648 Community life
S > S441 Social movements
S > S740 Street life
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 15 Jul 2020 08:04
Last Modified: 15 Jul 2020 08:04
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/2402

Actions (login required)

View Item View Item