Insiden Ketapang dan kekerasan berbasis agama pasca-orde baru

SEPTIANI, Athifah (2017) Insiden Ketapang dan kekerasan berbasis agama pasca-orde baru. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (110kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (415kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (243kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab.I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (258kB)
[img] PDF (BabII)
Bab.II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (210kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab.III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (273kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab.IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab.V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (388kB)
[img] PDF (BabVI)
Bab.VI_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (181kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (256kB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Insiden Ketapang dan Kekerasan Berbasis Agama Pasca-Orde Baru”. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan insiden Ketapang November 1998 yang terjadi di Ketapang, Jakarta Pusat, dengan latar belakang pasca-Orde Baru 2) Menganalisa serta menjelaskan mengenai konflik agama dalam insiden Ketapang yang menjadi warisan Orde Baru dan berdampak pada konflik agama pasca-Orde Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme serta menggunakan perspektif pascastrukturalis dan pendekatan kepustakaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui beberapa tahap; pertama, tahap pencarian data dengan menggunakan dokumentasi; kedua, tahap klasifikasi dengan disistematisasikan berdasarkan klasifikasi permasalahan yang telah ditentukan. Sementara untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis data pemrosesan satuan dengan tipologi satuan dan penyusunan satuan. Keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik komparatif. Di dalam landasan teori penelitian menggunakan konsep konflik agama dan sistem pemerintah Orde Baru. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa insiden Ketapang November 1998 merupakan konflik agama pertama yang terjadi pada pasca-Orde Baru. Insiden tersebut berunsur kekerasan yang berpola pada pembunuhan salah satu anggota antara kelompok Kristen dan Islam, serta perusakan berbagai fasilitas yang bersimbolik agama dan fasilitas umum. Selain itu, pemicu yang menyebabkan konflik berawal dari hal sepele lalu meluas dan menjadi demikian merusak. Kemudian, setelah insiden Ketapang, terjadi konflik agama di berbagai daerah, seperti di Kupang, Maluku, dan Poso dengan jangka waktu yang panjang dan sulit untuk diselesaikan. Konflik tersebut memiliki pola yang sama dengan konflik agama di Ketapang. Hal tersebut membuktikan bahwa sistem Orde Baru yang menguasai Indonesia selama 32 tahun telah membentuk perilaku masyarakat Indonesia yang berujung pada kekerasan di mana-mana, di mana rezim Orde Baru dalam mengatur masyarakatnya dengan kekerasan dan paksaan untuk menjaga stabilitas nasional. Selain itu, adanya keterlibatan preman dan militer yang mendorong konflik agama semakin meluas ke berbagai daerah. Dalam hal ini, konflik agama pada pasca-Orde Baru masih terjadi pada era Reformasi dengan pola yang sama, seperti kasus Ahmadiyah dan Syi‟ah pada tahun 2011 yang menjatuhkan korban dan perusakan beberapa fasilitas. Hal tersebut menandakan konflik agama masih belum dapat diselesaikan oleh pemerintah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F17259
Uncontrolled Keywords: Konflik agama, kekerasan, sistem Orde Baru, Presiden Soeharto
Subjects: R > R183 Religion and politics
V > V78 Violence
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 27 Jul 2020 04:19
Last Modified: 27 Jul 2020 04:19
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/2499

Actions (login required)

View Item View Item