Uji Efektivitas Bacillus sp. Asal Rizosfer Terhadap Penyakit Hawar Pelepah Batang (Rhizoctonia solani jagung secara in vitro dan in planta uji efektivitas penyakit hawar pelepah jagung rizosfer terhadap rhizoctonia solani) tanaman secara in vitro dan in planta

WISANGGENI, Gen Adi (2019) Uji Efektivitas Bacillus sp. Asal Rizosfer Terhadap Penyakit Hawar Pelepah Batang (Rhizoctonia solani jagung secara in vitro dan in planta uji efektivitas penyakit hawar pelepah jagung rizosfer terhadap rhizoctonia solani) tanaman secara in vitro dan in planta. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
2. COVER-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf

Download (180kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
3. LEGALITAS-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (218kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
4. RINGKASAN-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf

Download (125kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
5. BAB I-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (99kB)
[img] PDF (BabII)
6. BAB II-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (149kB)
[img] PDF (BabIII)
7. BAB III-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (153kB)
[img] PDF (BabIV)
8. BAB IV-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
9. BAB V-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (94kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
9.1 DAFTAR PUSTAKA-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (122kB)
[img] PDF (Lampiran)
10. LAMPIRAN-GEN ADI W-A1L014214-SKRIPSI-FAPERTA-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan bahan pangan yang penting penghasil karbohidrat kedua setelah beras. Jagung digunakan sebagai bahan makanan baik bagi manusia maupun sebagai pakan ternak. Setiap tahunnya produksi jagung mengalami fluktuasi, Salah satu kendala produksinya disebabkan oleh patogen R. solani yang menyebabkan kehilangan hasil hingga 100%. Keberadaan patogen R. solani pada budidaya jagung mendorong petani untuk menggunakan pestisida kimia yang lebih cepat dirasakan manfaatnya. Tetapi pestisida kimia ini memiliki banyak dampak negatif, sehingga perlu dilakukan pengendalian yang aman bagi manusia maupun lingkungan, diantaranya menggunakan agensia hayati Bacillus sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan isolat Bacillus sp, asal rizosfer jagung terhadap pertumbuhan jamur R. solani pada uji in vitro dan in planta, serta mengetahui pengaruh isolat Bacillus sp, terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Dimulai bulan Maret 2018 hingga Januari 2019. Penelitian terdiri dari isolasi dan karakterisasi bakteri antagonis asal rhizosfer jagung, uji in vitro dan in planta bakteri antagonis terhadap R. solani. Uji in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 9 perlakuan meliputi kontrol (tanpa pengendalian) dan 8 Bacillus sp, yaitu isolat Kembaran 7,8,9, Sumbang 1,2, Bojong 1, dan Pratin 1,2. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Pengujian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan yaitu kontrol (tanpa pengendalian), fungisida (bahan aktif mankozeb), Bacillus sp Kembaran 7, dan Bacillus sp Kembaran 9. Setiap perlakuan diulang 6 kali. Variabel yang diamati meliputi karakterisasi bakteri antagonis dan jamur patogen, daya hambat antagonis, bobot kering miselium, masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot segar akar, uji saponin, uji tannin, dan uji hidrokuinon. Hasil penelitian menunjukan bakteri rhizosfer yang telah diisolasi dari akar tanaman jagung asal Kabupaten Banyumas dan Purbalingga, didapatkan 8 isolat yang terdiri dari Kembaran 7,8,9, Sumbang 1,2, Bojong 1, dan Pratin 1,2, termasuk bakteri Bacillus sp. Bakteri rhizosfer isolat Kembaran 9 memiliki tingkat penghambatan terhadap R. solani paling tinggi yaitu sebesar 57,9%. Hasil pengujian in planta Bacillus sp Kembaran 9 mampu menekan penyakit hawar pelepah batang dengan menunda masa inkubasi selama 30 hari, menurunkan intensitas penyakit 72,3%, menurunkan kejadian penyakit 63,63%, AUDPC 73%, meningkatkan tinggi tanaman 37%, jumlah daun 40%, bobot segar tanaman 53%, bobot segar akar 55%, kandungan senyawa saponin, tanin, hidrokuinon dalam tanaman. Bacillus sp, Kembaran 7 merupakan Bacillus cereus, dan Bacillus sp Kembaran 9 merupakan Bacillus subtilis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A19107
Subjects: C > C856 Corn
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mr Supriyana Supriyana
Date Deposited: 19 Feb 2020 03:48
Last Modified: 19 Feb 2020 03:48
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/3759

Actions (login required)

View Item View Item