Olimpiade Pyeongchang 2018 Sebagai Peluang Reunifikasi di Semenanjung Korea

GUSWANTI, Nafarani (2020) Olimpiade Pyeongchang 2018 Sebagai Peluang Reunifikasi di Semenanjung Korea. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf

Download (186kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (456kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf

Download (143kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (569kB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (432kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (995kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (391kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Nafarani Guswanti-F1F016040-Skripsi-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (454kB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Olimpiade Pyeongchang 2018 Sebagai Peluang Reunifikasi di Semenanjung Korea” disusun berdasarkan penyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 yang menjadikan Korea Selatan sebagai tuan rumah. Dalam kesempatan itu Korea Selatan mengajak Korea Utara untuk berpartisipasi dalam olimpiade. Interaksi yang tercipta diantara Korea Selatan dan Korea Utara kemudian menciptakan perdamaian dan peluang reunifikasi di Semenanjung Korea. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep Soft Power Diplomacy Joseph Nye dan mekanisme Sport Diplomacy oleh Havard Mokleiv Nygard dan Scott Gates. Olimpiade merupakan salah satu momentum untuk menjalin hubungan baik antar negara dan kesempatan negara untuk menyampaikan kepentingan negaranya. Begitu pula dalam penyelenggaraan Olimpiade Pyeongchang 2018 ini, Korea Selatan memadukan sumber Soft Power yaitu event olahraga dan hiburan untuk menjalin hubungan baik dengan negara – negara terutama Korea Utara dan menciptakan peluang reunifikasi yang berbeda di Semenanjung Korea. Upaya Korea Selatan dalam penyelenggaraan Olimpiade Pyeongchang 2018 ini menggunakan mekanisme Sport Diplomacy yang berupa pembangunan citra (image building), pembangunan platform dialog (building a platform for dialogue), pembangunan kepercayaan (trust-building), dan terakhir rekonsiliasi, integrasi dan anti rasisme (reconciliation, integration and anti-racism). Berdasarkan data yang diperoleh penulis, Korea Selatan menjadikan Olimpiade Pyeongchang 2018 menjadi “Peace Olympic”dan interaksi dalam event olahraga berlanjut menjadi pembicaraan delegasi tingkat tinggi antara Korea Selatan dan Korea Utara. Mekanisme Sport Diplomacy tercapai hingga terciptanya rekonsiliasi dan perjanjian damai yang mengakhiri konflik di Semenanjung Korea.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F20147
Subjects: P > P388 Political activity
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Mrs Nafarani Guswanti
Date Deposited: 30 Jul 2020 02:15
Last Modified: 30 Jul 2020 02:15
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/4666

Actions (login required)

View Item View Item