Analisis Teknoekonomi Pendirian Industri Tahu di Desa Kalisari Kabupaten Banyumas

PUTRI, Ulya Rifki Kirana (2019) Analisis Teknoekonomi Pendirian Industri Tahu di Desa Kalisari Kabupaten Banyumas. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
2.COVER-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-Faperta-2019.pdf

Download (42kB)
[img] PDF (Legalitas)
3.LEGALITAS-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-Faperta-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (544kB)
[img] PDF (Abstrak)
4.ABSTRAK-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-Faperta-2019.pdf

Download (37kB)
[img] PDF (BabI)
5.BAB I-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (38kB)
[img] PDF (BabII)
6.BAB II-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (136kB)
[img] PDF (BabIII)
7.BAB III-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (140kB)
[img] PDF (BabIV)
8.BAB IV-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
9.BAB V-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
10.DAFTAR PUSTAKA-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (193kB)
[img] PDF (Lampiran)
11.LAMPIRAN-Ulya Rifki Kirana Putri-A1F015046-Skripsi-2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Asupan gizi harian individu meliputi karbohidrat, protein, lemak, air, serat, vitamin, dan zat lain. Tidak hanya dari satu sumber saja, seperti sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani (daging, ikan, dan susu) dan nabati (tahu dan tempe). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan protein serta sebagai alternatif pengganti protein hewani yang tergolong tinggi harganya yakni mengonsumsi protein nabati misalnya tahu. Kabupaten Banyumas memiliki beberapa pengrajin tahu dalam bentuk industri rumah tangga salah satunya Sentra Tahu Kalisari, Cilongok. Kondisi yang ditemukan pada proses produksi industri tahu di Desa Kalisari adalah masih minimnya pengetahuan, sehingga proses produksi tahu yang dilakukan kurang memperhatikan fungsional pangan. Penyediaan kualitas bahan baku tahu serta penanganan yang tidak terukur menyebabkan perbedaan kualitas tahu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kelayakan aspek pasar dan pemasaran, 2) aspek teknis dan teknologis, 3) aspek manajemen organisasi, 4) aspek hukum dan dampak lingkungan, 5) aspek finansial industri tahu. Penelitian ini dilaksanakan secara survei dengan wawancara di rumah pengrajin tahu di Desa Kalisari yang dipilih berdasarkan kapasitas produksi harian dan kepemilikan ketel uap. Wawancara juga dilakukan kepada ketua kelompok pengrajin tahu, pemerintah setempat, dan pengelola limbah industri. Penelitian dilaksanakan mulai Maret hingga Juli 2019. Data hasil wawancara digunakan sebagai acuan dalam menganalisis aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen organisasi, aspek hukum dan analisis dampak lingkungan, dan analisis finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua aspek dikatakan layak untuk didirikan. Aspek pasar dan pemasaran menunjukkan adanya peluang pasar bagi produk tahu untuk dipasarkan di wilayah Kabupaten Banyumas. Industri yang direncanakan menggunakan alat yang foodgrade untuk mengurangi kontaminasi terhadap produk. Bahan baku terjamin dan teknologi proses yang direncanakan lebih memudahkan pekerja. Kapasitas produksi tahu yakni 250 kg kedelai per hari menghasilkan 7.000 buah tahu kuning. Berdasarkan analisis manajemen operasional, maka struktur organisasi industri tahu yang direncanakan terdiri dari direktur, bagian administrasi, bagian pabrikasi dan bagian pemasaran. Analisis hukum dan dampak lingkungan menunjukkan badan usaha direncanakan berbentuk Usaha Dagang (UD). Limbah padat berupa ampas kunyit digunakan sebagai campuran pakan ternak, dan limbah ampas kedelai diproses kembali menjadi tepung ampas kedelai. Limbah cair digunakan sebagai biogas dan limbah gas ditannggulangi dengan memasang cerobong asap yang tinggi dan bersekat/katalis. Analisis aspek finansial pada kondisi normal menunjukkan bahwa industri layak untuk didirikan. Industri tahu mempunyai Net Present Value (NPV) normal selama umur proyek (5 tahun) sebesar Rp 1.319.789.246 ; Internal Rate of Return (IRR) sebesar 43% ; Pay Back Periode (PBP) 2,11 tahun ; dan Net (B/C) atau Profotability Indeks (PI) sebesar 2,79.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A19470
Uncontrolled Keywords: Teknoekonomi,Industri Tahu,Banyumas
Subjects: A > A143 Agriculture
B > B412 Business
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Ilmu dan Teknologi Pangan
Depositing User: Mr Supriyana Supriyana
Date Deposited: 16 Sep 2020 07:01
Last Modified: 03 Sep 2021 03:35
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/5296

Actions (login required)

View Item View Item