Efektifitas Zat Aktif Fipronil pada Berbagai Substrat Fagostimulan untuk Pengendalian Kecoak Jerman (Blattella germanica L.)

MAULA, Riska Isna (2019) Efektifitas Zat Aktif Fipronil pada Berbagai Substrat Fagostimulan untuk Pengendalian Kecoak Jerman (Blattella germanica L.). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
1.COVER - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf

Download (31kB)
[img] PDF (Legalitas)
2.LEGALITAS - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (589kB)
[img] PDF (Abstrak)
3.ABSTRAK - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf

Download (112kB)
[img] PDF (BabI)
4.BAB I - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (114kB)
[img] PDF (BabII)
5.BAB II - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (169kB)
[img] PDF (BabIII)
6.BAB III - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (174kB)
[img] PDF (BabIV)
7.BAB IV - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (186kB)
[img] PDF (BabV)
8.BAB V - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (97kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
9.DAFTAR REFERENSI - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (270kB)
[img] PDF (Lampiran)
10.LAMPIRAN - RISKA ISNA MAULA - B1A015048 - SKRIPSI - FABIO 2019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (779kB)

Abstract

Kecoak Jerman (Blattella germanica L.), adalah serangga pengganggu permukiman dan vektor berbagai macam penyakit, memicu timbulnya alergi dan tekanan psikologis pada orang yang fobia terhadap kecoak. Dalam rangka pengendalian populasinya, saat ini mulai dikembangkan model alternatif pengendalian kimiawi umpan beracun dengan bahan aktif Fipronil 0,03%. Bahan aktif ini telah terbukti ampuh dan memiliki kelebihan bersifat tidak memiliki daya tolak (non-repellen) sehingga mampu menyebabkan kematian jenjang kedua (secondary killer) kecoak yang memakan kotoran kecoak mengandung fipronil. Guna meningkatkan efektifitas umpan dalam mengendalikan kecoak Jerman, perlu dikembangkan kombinasi fipronil 0.03% dengan umpan berfagostimulan pisang, durian, gula erythisol, dan formulasi gula, oleh karena itu kajian tentang hal ini perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui daya tarik dan konsumsi umpan beracun (feeding index) dengan fagostimulan berbeda serta mengetahui mortalitas kecoak Jerman terhadap umpan beracun dengan fagostimulan berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK), lima perlakuan berupa perlakuan A: umpan dengan kombinasi fagostimulan pisang dan 0,03% fipronil, B: umpan dengan kombinasi fagostimulan durian dan 0,03% fipronil, C: umpan dengan kombinasi fagostimulan gula erythisol dan 0,03% fipronil, D: umpan dengan kombinasi fagostimulan gula dan 0,03% fipronil, K: umpan dengan kombinasi matriks dan fipronil 0,03% (kontrol positif) digunakan untuk uji ketertarikan, serta umpan dengan matriks tanpa fipronil 0,03% (kontrol negatif) digunakan untuk uji mortalitas. Hasil pengamatan pada uji ketertarikan memproleh hasil rata-rata untuk umpan berfagostimulan durian, pisang, formulasi gula, gula erytrisol dan kontrol berturut-turut yaitu 20%, 20%, 21,6%, 12,4% dan 22,8%, sedangkan hasil pengamatan untuk bobot umpan yang dikonsumsi hasil rata-ratanya untuk umpan berfagostimulan durian 0.29g, pisang 0.31g, formulasi gula 0.28g, gula erytrisol 0.26g dan kontrol 0.24g. Namun berdasarkan uji statistik hasil uji ketertarikan dengan uji konsumsi umpan antar perlakuan menunjukan perbedaan tidak nyata (p>0.05). Hasil uji mortalitas menunjukan rata-rata kematian kecoak jerman untuk umpan dengan fagostimulan durian, pisang, formulasi gula, gula erytrisol dan kontrol berturut-turut yaitu 98%, 100%, 98%, 98% dan 20%, berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05), dimana perbedaan bardasarkan uji Duncan terdapat diantara perlakuan dengan kontrol. Kesimpulan penelitian ini, ketertarikan kecoak Jerman pada umpan berfagostimulan berbeda dengan kombinasi zat aktif fipronil 0.03% tidak menunjukan pengaruh yang nyata dalam waktu pengamatan 180 menit, serta konsumsi umpan menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata antara konsumsi masing-masing umpan. Penggunaan fagostimulan tidak meningkatkan mortalitas kecoak jerman atau efektifitas zat aktif fipronil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: B19081
Uncontrolled Keywords: Blattella germanica, fagostimulan, pengendalian, umpan gel
Subjects: C > C513 Cockroaches
P > P177 Pest control
Divisions: Fakultas Biologi > S1 Biologi
Depositing User: Mr Supriyana Supriyana
Date Deposited: 20 Oct 2020 05:28
Last Modified: 20 Oct 2020 05:28
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/5511

Actions (login required)

View Item View Item