Pengaruh lama blanching, lama inkubasi dan konsentrasi starmof terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ampas kelapa termodifikasi

AGIANI, Lonika Nindya (2017) Pengaruh lama blanching, lama inkubasi dan konsentrasi starmof terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ampas kelapa termodifikasi. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (30kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (527kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (98kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (98kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (108kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (469kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (93kB)
[img] PDF (Dafarpustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (102kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tepung ampas kelapa adalah tepung yang diperoleh dengan cara menghaluskan ampas kelapa yang telah dikeringkan dimana terdapat perlakuan blanching sebelum proses pengeringan. Untuk memperoleh tepung ampas kelapa dengan kualitas yang lebih baik dibutuhkan modifikasi dalam proses pembuatannya. Adapun cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan fermentasi. Jenis starter dan lama inkubasi yang tepat merupakan hal yang penting dalam proses fermentasi. Hal ini dapat dilakukan melalui pengujian pengaruh lama blanching, lama inkubasi dan konsentrasi Starmof terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh masing-masing lama blanching, lama inkubasi dan konsentrasi Starmof, serta pengaruh interaksi ketiga faktor terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ampas kelpa termodifikasi yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2016 hingga April 2017 di Laboraturium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak-Petak Terbagi (Split-split Plot). Petak yang dicoba terdiri dari; lama blanching sebagai petak utama yang meliputi 15 menit (A1) dan 30 menit (A2); lama inkubasi sebagai anak petak yang meliputi 12 jam (B1), 18 jam (B2) dan 24 jam (B3); dan konsentrasi Starmof sebagai anak-anak petak yang meliputi perendaman dengan air (C1), perendaman dengan Starmof 0,1% (C2), perendaman dengan Starmof 0,5% (C3), dan perendaman dengan Starmof 1% (C4). Pengujian dilakukan sebanyak 2 kali ulangan sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Karakteristik yang diuji meliputi derajat putih, densitas kamba, rendemen, kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar serat kasar. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan analisis ragam dan apabila diperoleh hasil yang berpengaruh nyata, diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Data yang diperoleh juga diuji dengan indeks efektivitas yang kemudian diambil 5 sampel dengan nilai tertinggi berdasarkan urutan prioritas pembobotan berupa derajat putih, rendemen, kadar air, kadar lemak dan kadar serat kasar. Sampel terpilih selanjutnya dianalisis pada kadar protein dan kadar karbohidrat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi ketiga petak tersebut memberikan pengaruh kualitas tepung ampas kelapa yang lebih baik dimana meningkatkan rendemen, kadar serat kasar, kadar protein, serta menurunkan kadar lemak dan kadar karbohidrat. Namun, mampu menaikan kadar air dan menurunkan derajat putih, densitas kamba dan kadar abu. Kadar air dan kadar abu terbaik diperoleh pada A1B1C1 dengan nilai berturut-turut sebesar 3,21% dan 0,36%; densitas kamba terbaik diperoleh pada sampel A1B1C1 dan A2B2C2 dengan nilai sebesar 0,286; derajat putih, rendemen, kadar serat kasar, kadar protein dan kadar karbohidrat terbaik diperoleh pada sampel A2B2C2 dengan nilai berturut-turut sebesar 73,50%, 11,96%, 46,58%, 5,75%, dan 47,36%; kadar lemak terbaik diperoleh pada A1B1C3 dengan nilai sebesar 41,87%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A17272
Subjects: A > A133 Agricultural engineering
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Ilmu dan Teknologi Pangan
Depositing User: Mr Supriyana Supriyana
Date Deposited: 05 Nov 2018 02:25
Last Modified: 14 Jul 2020 03:46
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/573

Actions (login required)

View Item View Item