Politik Multikulturalisme di Tingkat Lokal Pascareformasi Relasi Mayoritas-Minoritas di Kota Surakarta Pasca-1998

PANGESTU, Sabarani Enggar (2017) Politik Multikulturalisme di Tingkat Lokal Pascareformasi Relasi Mayoritas-Minoritas di Kota Surakarta Pasca-1998. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover.pdf

Download (20kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (529kB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (108kB)
[img] PDF (BabI)
BabI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (385kB)
[img] PDF (BabII)
BabII.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (279kB)
[img] PDF (BabIII)
BabIII.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (303kB)
[img] PDF (BabIV)
BabIV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (771kB)
[img] PDF (BabV)
BabV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (819kB)
[img] PDF (BabVI)
BabVI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabVII)
BabVII.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (139kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DaftarPustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (370kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (210kB)

Abstract

Penelitian tentang Politik Multikulturalisme di Tingkat Lokal Pascareformasi: Relasi Mayoritas-Minoritas di Kota Surakarta Pasca 1998 ini bertujuan untuk: 1) Untuk memahami dampak yang ditimbulkan Kerusuhan Mei 1998 sebagai akibat dari kekerasan anti-Tionghoa terhadap relasi antara kelompok mayoritas dengan kelompok minoritas di Kota Surakarta; 2) Memahami bagaimana relasi yang tercipta antara masyarakat mayoritas dengan masyarakat minoritas melalui organisasi dan perayaan rakyat pascakerusuhan Mei 1998 di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan melalui perspektif pascastrukturalisme. Selain itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Streubert dan Carpenter yang menekankan pada subjektivitas pengalaman hidup dari kelompok etnis Tionghoa dalam Kerusuhan Mei 1998 dan pascakerusuhan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realitas kondisi sosial di Kota Surakarta pada saat Kerusuhan Mei 1998 berada dalam kondisi kondusif, sehingga ketika kerusuhan tersebut terjadi membuat hubungan antaretnis merenggang. Pascakerusuhan Mei 1998 menimbulkan dampak fisik dan psikis. Dampak fisik berupa rusaknya bangunan sedangkan dampak psikis berupa rasa trauma dan rasa semangat untuk bangkit. Selain itu, Kerusuhan Mei 1998 juga berdampak pada hubungan antara kelompok etnis Tionghoa sebagai minoritas dan kelompok pribumi sebagai mayoritas yang menjadi renggang. Banyak dari kelompok etnis Tionghoa memilih meninggalkan Kota Surakarta, sementara sebagian kelompok etnis Tionghoa lain tetap ada yang tinggal. Kelompok etnis Tionghoa yang mengalami trauma tetapi memilih tinggal di Kota Surakarta menjadi pribadi yang lebih tertutup, sementara kelompok etnis Tionghoa yang mampu bangkit berusaha memperbaiki hubungan antaretnis melalui organisasi Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) dan Himpunan Fu Qing. Selain itu, usaha lain yang dilakukan adalah dengan mengadakan Solo Imlek Festival (SIF) yang menyerupai pesta rakyat bagi seluruh masyarakat Kota Surakarta. Dengan hal ini menunjukkan, bahwa relasi antara kelompok mayoritas-minoritas nampak membaik, tetapi sentimen setnis antara kelompok pribumi terhadap kelompok etnis Tionghoa masih ada dalam ranah personal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F17514
Uncontrolled Keywords: Politik Multikulturalisme, Minoritas Etnis Tionghoa, Kerusuhan Mei 1998, Pasca 1998, Kota Surakarta
Subjects: M > M597 Multiculturalism
P > P402 Politics
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik
Depositing User: Mr Fathu Rahman Rosyidi
Date Deposited: 02 Dec 2020 06:51
Last Modified: 02 Dec 2020 06:51
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/6723

Actions (login required)

View Item View Item