Perselisihan sebagai alasan gugat cerai (Studi Pada Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara No.1731/Pdt.G/2011/Pa.Ba)

WAHYUNINGTIAS, Wahyuningtias (2017) Perselisihan sebagai alasan gugat cerai (Studi Pada Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara No.1731/Pdt.G/2011/Pa.Ba). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (491kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal tugas akhir_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (838kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (482kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (609kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (711kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (610kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (703kB)
[img]
Preview
PDF (BabV)
Bab V_1.pdf

Download (563kB) | Preview
[img]
Preview
PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (536kB) | Preview
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (568kB)

Abstract

Salah satu tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal, namun tidak semua keluarga dapat mewujudkan tujuan perkawinan tersebut seperti pada Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara No.1731/Pdt.G/2011/PA.Ba yang membahas mengenai perselisihan terus menerus yang menyebabkan terjadinya suatu perceraian. Perselisihan terus menerus dalam rumah tangga merupakan salah satu alasan paling umum yang digunakan seseorang untuk mengajukan perceraian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara perceraian tentang Perselisihan Sebagai Alasan Gugat Cerai (Studi Pada Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara No.1731/Pdt.G/2011/PA.Ba). Perselisihan terus menerus dalam rumah tangga dipakai sebagai alasan perceraian paling sering diantara sebab-sebab perceraian lainnya dalam undang-undang karena pembuktiannya paling mudah dan tidak memiliki batasan yang pasti, penilaian adanya perselisihan terus menerus tersebut cenderung subjektif sesuai keyakinan hakim. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu bahan pustaka yang mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku perpustakaan, peraturan perundang-undangan, doktrin, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian yang tersedia di perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai hakim Pengadilan Agama Banjarnegara pada Putusan No.1731/Pdt.G/2011/PA.Ba dirasa kurang tepat. Hakim dalam putusannya mengacu pada Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, bukan menggunakan Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: E17.047
Uncontrolled Keywords: Perselisihan, Perceraian
Subjects: D > D233 Divorce
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Mr Supriyana Supriyana
Date Deposited: 08 Oct 2018 06:55
Last Modified: 08 Oct 2018 06:55
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/71

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year