Aplikasi Edible Coating Berbasis Bunga dan Buah Kecombrang untuk Meningkatkan Masa Simpancabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.)

NURYANTI, Siti (2017) Aplikasi Edible Coating Berbasis Bunga dan Buah Kecombrang untuk Meningkatkan Masa Simpancabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (413kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (666kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (412kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
BAb I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (409kB)
[img] PDF (BabII)
BAb II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (533kB)
[img] PDF (BabIII)
BAb III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (445kB)
[img] PDF (BabIV)
BAb IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (470kB)
[img] PDF (BabV)
BAb V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (403kB)
[img]
Preview
PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (420kB) | Preview
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (903kB)

Abstract

Edible coating merupakan lapisan tipis yang digunakan untuk melapisi dan melindungi produk dari kerusakan mekanis, kimia, dan biologis dengan mengurangi transmisi uap air, maupun aroma dari produk yang dikemas. Kecombrang dapat digunakan sebagai sumber bahan aktif pada edible coating untuk memberi efek perlindungan pada produk dan menghambat pertumbuhan mikroba. Cabai merah keriting merupakan salah satu produk yang mudah rusak oleh karena itu, perlu dilindungi dengan edible coating. Tujuan penambahan edible coating adalah untuk meningkatkan masa simpan cabai merah keriting. Pada penelitian ini dikaji 1) pengaruh ekstrak bagian tanaman kecombrang; 2) pengaruh metode pelapisan edible coating yang berbeda; 3) pengaruh lama penyimpanan; dan 4) mengetahui interaksi perlakuan variasi ekstrak tanaman kecombrang, metode pelapisan dan lama penyimpanan terhadap mutu cabai merah keriting ditinjau dari sifat fisik, kimia, mikrobiologi, dan sensori cabai merah keriting. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor yang dikaji terdiri atas 3 faktor, ekstrak bagian tanaman kecombrang (A) yang terdiri atas A1= ekstrak bunga kecombrang; A2= ekstrak buah kecombrang; metode pelapisan (M) terdiri atas M1= penyemprotan; M2= pencelupan dan lama penyimpanan (L) terdiri atas L0= 0 hari; L1= 3 hari; L2= 6 hari; L3 = 9 hari; dan L4= 12 hari. Dari perlakuan tersebut diperoleh 20 kombinasi perlakuan dan tiap perlakuan diulang 2 kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah kecombrang metode celup (dipping) lebih efektif dan mampu mempertahankan mutu fisik, kimia, mikrobiologi, dan sensori cabai merah keriting. Penyimpanan pada suhu 25-30°C hari ke-3 cabai merah keriting dengan sifat fisik: tekstur dengan penetrometer 0,61 kg/cm 2 ; kimia: kadar air 78,14%; kadar abu 1,13% bb (5,2% bk); pH 5; kadar total asam tertitrasi 0,49% bb (2,29% bk); dan total plate count 4,32 log CFU/g sedangkan sifat sensori warna cabai 3,23 (merah); aroma khas cabai 1,33 (tidak kuat); kesegaran 3,4 (segar); tekstur 3,28 (agak keras); dan kesukaan 3,53 (suka).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A17017
Subjects: A > A128 Agricultural
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mr Rohmadi Rohmadi
Date Deposited: 22 Nov 2018 04:34
Last Modified: 23 Jun 2022 07:53
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/713

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year