Studi Redistribusi Air Tanah pada Perakaran Jambu Mete (Anacardium occidentale) Stadia Pembibitan

KIRANA, Amritza Sastya (2021) Studi Redistribusi Air Tanah pada Perakaran Jambu Mete (Anacardium occidentale) Stadia Pembibitan. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf

Download (209kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (552kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf

Download (297kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (194kB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (329kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (310kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (356kB)
[img] PDF (BabV)
BAB-V-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (191kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (321kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Amritza Sastya Kirana-A1D016135-Skripsi-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (582kB)

Abstract

Masalah utama budidaya pertanian pada lahan kering beriklim kering adalah pola sebaran ketersediaan air tanah yang membatasi kesempatan bertanam. Strategi idealnya adalah memaksimalkan infiltrasi air ke dalam tanah selama periode musim hujan yang pendek, dan menggunakan cadangan air dalam tanah tersebut secara hemat untuk budidaya tanaman pada periode selanjutnya. Hal ini dapat diwujudkan bilamana pada periode pasca musim hujan tersedia mekanisme pengangkatan air tanah dari lapisan bawah yang lebih basah ke lapisan olah di atas yang biasa cenderung kering, sehingga menjadi lebih tersedia bagi tanaman budidaya. Mekanisme demikian dinamakan Hydraulic Lift (HL) dan dilaporkan dapat dilakukan oleh beberapa spesies tanaman tertentu. Hasil studi terkini di Badan Litbang Pertanian (2017) mengklarifikasi bahwa tanaman jambu mete terbukti memiliki kemampuan HL. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek pengembangan inovasi teknologi jambu mete di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, dengan tujuan untuk mengevaluasi apakah pada saat dihadapkan periode kekeringan tanaman jambu mete selain menunjukkan proses HL, juga secara simultan dapat melakukan redistribusi air tanah secara horizontal (HR, Hydraulic Redistribution). Penelitian dilakukan berskala pot dari Oktober 2019 sampai Juli 2020 bertempat di komplek rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. Untuk membuktikan kemampuan HL dan HR, perakaran tanaman jambu mete diatur untuk mengisi tiga kompartemen media yakni satu kompartemen media di bagian atas dan dua kompartemen media di bagian bawah. Kemudian, jambu mete diberikan 4 (empat) level perlakuan kondisi media (P) dengan susunan ketiga media dalam kondisi selalu basah (P0, sebagai kontrol basah), media atas dikeringan dan kedua media bawah dalam kondisi selalu basah (P1), media atas dan salah satu media bawah dikeringan, serta satu media bawah selalu dalam kondisi basah (P2), dan ketiga media dikeringkan (P3, sebagai kontrol kering). Keseluruhan perlakuan tersebut diatur dalam rancangan acak lengkap dengan 6 (enam) kali ulangan. Indikasi HL dan HR pada jambu mete dideteksi dari perubahan nilai lengas media selama periode perlakuan yang diukur setiap 10 menit sekali menggunakan sejumlah sensor yang terkoneksi ke datalogger. Kondisi iklim mikro (suhu dan RH udara) rumah kaca juga dimonitor setiap 10 menit sekali menggunakan sensor dan datalogger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat jambu mete dihadapkan pada kondisi kekeringan terbukti sistem perakarannya dapat melakukan HL dan HR secara simultan. Indikasi proses HL ditunjukkan manakala kompartemen media atas mengalami kekeringan, bila kompartemen media bawah cukup basah (tanaman P1 dan P2) maka status kelengasan media atasnya akan jauh lebih tinggi dibandingkan media atas tanaman kontrol kering (P3). Pada saat yang bersamaan bila media bawah hanya sebagian saja yang mengalami kekeringan (P2), maka sistem perakaran jambu mete juga dapat mendistribusikan air secara lateral, sehingga status lengas media bawah yang dikeringkan nilainya jauh lebih tinggi daripada media bawah yang mengalami kekeringan keseluruhan (P3). Berdasarkan perbedaan nilai lengas media yang terjadi di kompartmen atas-bawah, tanaman P1 (34,95%; 44,62%), P2 (33,01%; 32,85%) dan P3 (28,02%; 29,96%), mengindikasikan bahwa tanaman jambu mete terbukti memiliki mekanisme HL dan HR secara simultan sebab persentase antar perlakuan mengalami penurunan di kedua kompartemennya. Dominansi HL ditunjukkan oleh perolehan nilai persentase P1 yang selalu lebih besar jika dibandingkan dengan HR (nilai persentase P2).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A21051
Uncontrolled Keywords: Hydraulic lift, Hydraulic redistribution, Jambu mete, Stres kekeringan
Subjects: C > C1000 Cultivated plants
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mrs Amritza Sastya Kirana
Date Deposited: 03 Mar 2021 05:07
Last Modified: 03 Mar 2021 05:07
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/9057

Actions (login required)

View Item View Item