Komunitas kelelawar (chiroptera) pada beberapa gua di kawasan karst Gombong Jawa Tengah

PERTIWI, Ika Bhineka Lestari (2017) Komunitas kelelawar (chiroptera) pada beberapa gua di kawasan karst Gombong Jawa Tengah. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (476kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (889kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (555kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab.I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (563kB)
[img] PDF (BabII)
Bab.II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (574kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab.III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (981kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab.IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (598kB)
[img] PDF (BabV)
Bab.V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (473kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (540kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Karst adalah bentang alam pada lempeng batuan gamping yang terbentuk oleh pelarutan batuan gamping yang menghasilkan bentukan karst dengan ciri celah lubang aliran air, sungai bawah tanah dan gua. Gua merupakan satu ekosistem yang unik dengan berbagai faktor pembatas yang ada di dalamnya. Indonesia memiliki keragaman jenis kelelawar yang cukup tinggi, sekitar 72 jenis kelelawar Megachiroptera dan 133 jenis kelelawar Microchiroptera. Kelelawar mempunyai peran penting di alam yaitu sebagai pemencar biji buah – buahan, penyerbuk bunga, pengendali hama serangga, penghasil pupuk guano dan tambang fosfat di gua serta sebagai obyek ekowisata. Saat ini kelelawar terancam mengalami kepunahan masal karena banyaknya perburuan kelelawar dan eksploitasi kawasan karst ditambang yang menyebabkan populasinya di alam menurun. Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman jenis kelelawar, kelimpahan, dan pengaruh faktor lingkungan pada beberapa gua di kawasan karst Gombong. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Kelelawar ditangkap dengan jaring kabut yang diletakan di mulut gua Gua Petruk, Gua Liyah dan Gua Celeng. Pengambilan faktor lingkungan dilakukan di bagian gua yang digunakan sebagai sarang kelelawar. Kelelawar yang tertangkap diidentifikasi dengan kunci identifikasi Suyanto (2001). Data yang diperoleh dianalisis indeks keragaman, indeks kemerataan, indeks similaritas dan hubungan antara faktor lingkungan dengan kelimpahan digunakan analisis korelasi Spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 11 jenis kelelawar yaitu Cynopterus horsfieldii, Cynopterus brachyotis, Hipposideros ater, Hipposideros diadema, Hipposideros larvatus, Rhinilophus borneensis, Miniopterus australis, Miniopterus schreibersii, Chaerophon plicata, Rhinolophus affinis dan Rhinolophus pusillus.Nilai kelimpahan pada Gua Petruk 2,67, Gua Celeng 1,02 dan Gua Liyah 2,49. Nilai indeks keragaman Shanon Wiener pada Gua Petruk 0,695, Gua Celeng 1,97 dan Gua Liyah 0,696. Indeks kemerataan Evenness menunjukan Gua Petruk 0,63, Gua Celeng 0,90 dan Gua Liyah 0,50. Indeks similaritas Sorensen antara Gua Petruk dan Celeng 16,67%, Gua Petruk dan Liyah 28,57% dan Gua Liyah dan Celeng 46,15%. Suhu dan kelembaban berpengaruh terhadap kelimpahan kelelawar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: B17029
Uncontrolled Keywords: Karst, Cave, Bat Karst, Gua, Kelelawar
Subjects: B > B74 Bats
C > C131 Caves
G > G81 Geology Minerals Rocks Stone
Divisions: Fakultas Biologi > S1 Biologi
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 12 Nov 2019 04:08
Last Modified: 12 Nov 2019 04:08
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/1993

Actions (login required)

View Item View Item