Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Miselium Coprinus Comatus dengan Waktu Inkubasi Berbeda

WIDHAYANTI, Tri (2017) Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Miselium Coprinus Comatus dengan Waktu Inkubasi Berbeda. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (315kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (332kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (323kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (327kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (331kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (346kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (350kB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (316kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (328kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (376kB)

Abstract

Salah satu jamur edible dan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional yaitu jamur Coprinus comatus. Senyawa yang terkandung di dalam jamur C. comatus seperti senyawa fenol, flavonoid, dan terpenoid diketahui dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antidiabetes, antikanker dan antioksidan. Senyawa antioksidan banyak terdapat pada bagian tubuh buah dan juga miselium jamur C. comatus. Senyawa antioksidan pada miselium dapat diperoleh dengan menumbuhkan miselium pada medium cair, dan dilanjutkan dengan proses ekstraksi. Lama waktu inkubasi miselium dapat berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan jamur serta kemampuan jamur dalam memproduksi senyawa antioksidan, karena kecepatan pertumbuhan miselium berbeda pada tiap jenis jamur, sehingga tiap jenis jamur membutuhkan waktu inkubasi yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu inkubasi optimal pada miselium C. comatus serta untuk mengetahui lama waktu inkubasi dari miselium C. comatus yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL ) dengan perlakuan perbedaan waktu inkubasi miselium 7, 14, 21 dan 28 hari, miselium kemudian diekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Aktivitas antioksidan ekstrak miselium jamur diuji menggunakan uji DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl ). Parameter yang diukur pada penelitian ini yaitu persen aktivitas penangkapan radikal bebas, berat kering, total fenol, kandungan senyawa flavonoid, serta kandungan senyawa terpenoid. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA )dengan tingkat kesalahan 5%, data yang menunjukkan berbeda nyata dilanjutkan denga uji Beda Nyata Terkecil (BNT ). Hasil yang diperoleh yaitu miselium dengan lama waktu inkubasi 28 hari memiliki rata-rata bobot kering miselium tertinggi sebesar 0,663 g dan terendah pada inkubasi 7 hari yaitu 0,02 g. Kandungan total fenol ekstrak pada lama waktu inkubasi 7 hari 2,72 ppm, 14 hari 3,55 ppm, 21 hari 7,41 ppm dan 28 hari 4,75 ppm. Berdasarkan uji fitokimia ekstrak C. comatus menunjukkan reaksi positif terhadap uji flavonoid dan terpenoid. Hasil uji DPPH dan penghitungan nilai IC50 diketahui ekstrak miselium dengan waktu inkubasi 28 hari memiliki aktivitas antioksidan yang paling baik yaitu 599,96 ppm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: B17140
Uncontrolled Keywords: Antioxidant, DPPH, Mycelium, Secondary Metabolite Antioksidan, metabolit sekunder, miselium, DPPH.
Subjects: M > M469 Molds Fungi Plant diseases Yeast
Divisions: Fakultas Biologi > S1 Biologi
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 27 Feb 2020 03:03
Last Modified: 27 Feb 2020 03:03
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/2100

Actions (login required)

View Item View Item