Habitus pengrajin bata merah dalam menjalankan ritual kepungan dan sesajen di Desa Kedungwuluh Kidul Patikraja Banyumas

WIYANTO, Pambarep Wisnu (2017) Habitus pengrajin bata merah dalam menjalankan ritual kepungan dan sesajen di Desa Kedungwuluh Kidul Patikraja Banyumas. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (132kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas dan bagian awal TA_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (636kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (103kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (193kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (263kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (203kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (105kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (105kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (103kB)

Abstract

Ritual kepungan dan sesajen berperan penting dalam kegiatan produksi bata merah di Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja, Banyumas. Ritual kepungan dilakukan pada saat memulai usaha bata merah dan saat proses pembakaran sedangkan ritual sesajen hanya dilakukan pada saat pembakaran bata merahnya saja. Tujuan dari penelitian untuk menjelaskan habitus pengrajin bata merah dalam menjalankan kearifan lokal yaitu tradisi ritual kepungan dan sesajen. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan unit analisis pengrajin bata merah di Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja Banyumas. Lima orang pengrajin bata merah dipilih sebagai informan karena merupakan pengrajin (pemilik usaha dan pekerja) yang masih mempertahankan ritual kepungan dan sesajen. Kemudian lima orang yang terdiri dari Budayawan, sesepuh/pemangku adat dan pihak terkait, dipilih karena memiliki pengetahuan mengenai ritual tersebut. Teknik analisis data menggunakan interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang ritual kepungan dan sesajen yang dilakukan pengrajin bata merah Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja, Banyumas dalam setiap proses produksi merupakan warisan budaya nenek moyang hasil akulturasi antara kepercayaan animisme dan dinamisme dengan agama Islam yang dinamakan Islam Kejawen. Ritual kepungan memiliki makna sebagai ucapan syukur pada leluhur, alam dan Tuhan YME atas berkah penghasilan dari usaha bata merah yang notabene bahan baku berasal dari alam yaitu tanah. Sedangkan ritual sesajen memilliki makna sebagai penolak bala. Dengan kepercayaan Islam Kejawen membuat pengrajin bata merah di Desa Kedungwuluh Kidul dalam setiap tata laku menggunakan ritual tersebut sebagai simbol dari kepercayaan yang dianut. Habitus terdiri dari empat hal diantaranya : pemahaman pengrajin bata merah terbagi menjadi dua kategori yaitu, meyakini sebagai kepercayaan dan sebagai kebiasaan. Kepercayaan meyakini bahwa ritual merupakan kegiatan untuk leluhur. Kebiasaan, melakukan ritual sebagai kegiatan turun temurun saja. Pengetahuan bahwa ritual kepungan dilaksanakan saat memulai usaha dan sesajen dilaksanakan setiap proses produksi. Kebiasaan yaitu ritual tersebut dilakukan berulang-ulang dan perilaku adalah pengrajin bata merah masih menggunakan ritual tersebut dalam kegiatan produksi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F17429
Uncontrolled Keywords: Habitus, Pengrajin Bata Merah, Kearifan Lokal.
Subjects: C > C1010 Culture
M > M42 Manners and customs
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 10 Aug 2020 03:43
Last Modified: 10 Aug 2020 03:43
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/3092

Actions (login required)

View Item View Item