PUTRI, Kayla Nazharasalma Aria (2026) Dilema Non-Intervensi dan Ketidakefektifan ASEAN Senior Official On Drugs Matters (ASOD) dalam Menanggulangi Narkoba sejak Kudeta Junta Militer (2021-2024) Myanmar. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Download (454kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (363kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Download (61kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 15 January 2027. Download (192kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 15 January 2027. Download (299kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (412kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Download (76kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Kayla Nazharasalma Aria Putri-F1F021075-Skripsi-2026.pdf Download (137kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis efektivitas prinsip non-intervensi sebagai norma ASEAN terhadap kinerja ASEAN Senior Officials on Drug Matters (ASOD) dalam menanggulangi permasalahan narkoba di Myanmar pasca-kudeta militer periode 2021-2024. Masalah yang diangkat adalah bagaimana norma tersebut menghambat penanganan narkoba di tengah lonjakan produksi narkoba yang signifikan. Menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis konten dan dokumen, penelitian ini mengkaji data dari laporan UNODC, ASEAN, pemerintah Myanmar, dan independen. Melalui teori Liberalisme Institusionalisme (LI) dan Foreign Policy Analysis (FPA), ditemukan adanya dilema institusional, dimana prinsip non-intervensi memberikan perlindungan bagi junta militer (Tatmadaw) dari pengawasan eksternal yang mendalam, sementara Tatmadaw secara rasional memanfaatkan bisnis narkoba (crime-conflict nexus) sebagai strategi bertahan hidup finansial untuk mensponsori kegiatannya. Penelitian menyimpulkan bahwa prinsip non-intervensi menetralisir efektivitas ASOD, sehingga mekanisme tersebut hanya mampu mengobati gejala sosial tanpa menyentuh akar permasalahan politik di Myanmar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | F26003 |
| Uncontrolled Keywords: | Prinsip non-intervensi ASEAN, ASOD (ASEAN Senior Officials on Drug Matters), Myanmar, kudeta junta militer (2021-2024), penanganan narkoba |
| Subjects: | C > C947 Crime prevention I > I237 International organization |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Mrs Kayla Nazharasalma Aria Putri |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 06:51 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 06:51 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/38959 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
