FATIHAH, Khofifah Noor (2025) Implikasi Strain Terhadap Perilaku Foraging pada Kecoak Jerman (Blatella germanica L.): Latensi, Frekuensi, dan Durasi. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi-2026.pdf Download (215kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (436kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi-2026.pdf Download (214kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB-I- Khofifah Noor Fatihah-B1A021007_Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 January 2027. Download (256kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB-II-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 January 2027. Download (285kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB-III-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 January 2027. Download (299kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB-IV-Khofifah Noor Fatihah-B1A21007-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (346kB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB-V-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi-2026.pdf Download (185kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi_2026.pdf Download (227kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Khofifah Noor Fatihah-B1A021007-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (585kB) |
Abstract
Perubahan perilaku mencari makan akibat resistensi dapat menyebabkan efektivitas gel bait atau umpan toksik menurun dan mempersulit pengendalian kecoak jerman (Blatella germanica) pada lingkungan manusia. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui (1) perilaku mencari makan antara kecoak jerman strain resisten (Semarang) dan strain susceptible (VCRU) meliputi: latensi, frekuensi, dan durasi; (2) mengetahui perbedaan antara perilaku mencari makan yang meliputi latensi, frekuensi, dan durasi antara kecoak jerman jantan, betina, dan nimfa pada masing-masing strain; (3) mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan pada umpan dan durasi berada pada umpan; (4) mengetahui puncak aktivitas makan antara strain Semarang dan strain VCRU. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Prosedur penelitian mengadopsi metode eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap, memanfaatkan Teknik continuous sampling. Studi ini melibatkan dua strain kecoak jerman: strain Vector Control Research Unit (VCRU) dan strain Semarang. Setiap strain direpresentasikan oleh tiga individu: jantan, betina, dan nimfa. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Pemantauan dilakukan selama periode tujuh hari dengan bantuan sistem Closed Cirkuit Television (CCTV). Variabel independen yang dikaji adalah strain kecoak jerman, sedangkan variabel dependen Adalah perilaku mencari makan (foraging). Parameter yang diamati meliputi latensi menuju umpan, frekuensi kunjungan pada umpan dan durasi berada di umpan. Data penelitian berupa latensi, frekuensi dan durasi diuji normalitasnya menggunakan Kolmogrov-Smirnov. Data latensi tergolong tidak normal sehingga dianalisis secara non-parametrik menggunakan uji Kruskal-Wallis, sedangkan data frekuensi dan durasi tergolong normal sehingga dianalisis dengan Analysis of Variance pada signifikansi p<0,05, selanjutnya data yang terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test. Untuk membandingkan latensi, frekuensi dan durasi antara strain Semarang dan strain VCRU dianalisis menggunakan Uji T-test. Pada data frekuensi dan durasi juga dilakukan uji korelasi menggunkan Korelasi Pearson (Pearson Product Moment). Seluruh data kuantitatif dianalisis menggunakan software SPSS ver.27. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan waktu latensi menuju umpan antar strain (p<0.05), dimana strain VCRU lebih cepat merespon umpan, namun pada frekuensi kunjungan pada umpan dan durasi berada pada umpan tidak menunjukkan perbedaan antar strain (p>0.05). Individu jantan, betina, dan nimfa tidak memengaruhi waktu latensi menuju umpan baik strain Semarang maupun strain VCRU, frekuensi dan durasi antara jantan, betina, dan nimfa memliki perbedaan pada strain semarang namun tidak pada strain VCRU. Terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan dan durasi waktu yang dibutuhkan saat berada pada umpan. Semakin tinggi frekuensi kunjungan pada umpan, maka semakin banyak durasi yang dibutuhkan saat berada pada umpan. Strain Semarang menunjukkan 3 puncak aktivitas makan pada pukul 17.00 – 20.00 WIB, 20.00 – 23.00 WIB dan 02.00 – 05.00 WIB, sedangkan strain VCRU menunjukkan 2 puncak aktivitas makan pada pukul pukul 17.00 – 20.00 WIB dan 02.00 – 05.00 WIB.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | B26003 |
| Uncontrolled Keywords: | durasi, frekuensi, kecoak jerman, latensi, perilaku mencari makan |
| Subjects: | A > A329 Animal behavior C > C513 Cockroaches |
| Divisions: | Fakultas Biologi > S1 Biologi |
| Depositing User: | Mrs. Khofifah Noor Fatihah |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 01:36 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 01:36 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39041 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
