ATI, Viva Ratih Bening (2017) Uji Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Daun Sendok (Plantago Major L.) Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol. Masters thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
1 cover.pdf Download (592kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
2 legalitas.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (Abstrak)
3 abstrak.pdf Download (591kB) |
|
|
PDF (BabI)
4 bab 1.pdf Restricted to Repository staff only until 27 January 2027. Download (716kB) |
|
|
PDF (BabII)
5 bab 2.pdf Restricted to Repository staff only until 27 January 2027. Download (985kB) |
|
|
PDF (BabIII)
6 bab 3.pdf Restricted to Repository staff only until 27 January 2027. Download (740kB) |
|
|
PDF (BabIV)
7 bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (BabV)
8 bab 5.pdf Download (587kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
9 dapus.pdf Download (825kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
10 lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar belakang : Parasetamol adalah obat analgetik antipiretik yang umum digunakan oleh masyarakat luas sebagai antinyeri dan penurun panas. Selain menyebabkan kerusakan hepar, parasetamol juga dapat merusak ginjal jika dikonsumsi dalam waktu yang lama dan dosis berlebihan. Senyawa toksik hasil metabolisme parasetamol yang dapat merusak ginjal dan menyebabkan stress oksidatif adalah N-acetyl-p-benzoquinone imine (NAPQI). Salah satu enzim antioksidan endogen yang berperan dalam melawan stres oksidatif adalah enzim superoksida dismutase (SOD). Daun sendok mengandung berbagai senyawa aktif yang dipercaya dapat melindungi ginjal melalui mekanisme antioksidan. Tujuan : Mengkaji aktivitas enzim SOD sebagai salah antioksidan endogen dan mengkaji pemberian ekstrak etanol daun sendok (Plantago major L.) terhadap gambaran histopatologis ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang diinduksi parasetamol. Metode : Analisis 30 hewan coba yang dibagi menjadi 5 kelompok sesuai dengan masingmasing perlakuan. Kelompok A adalah kontrol normal, kelompok B adalah kontrol negatif yang diinduksi parasetamol dosis 128 mg/200 g BB tikus/hari selama 8 hari, kelompok C, D dan E adalah kelompok yang diinduksi parasetamol dosis 128 mg/200 g BB tikus/hari dan diberikan ekstrak etanol daun sendok secara berdampingan masing-masing 100, 200, dan 400 mg/200 g BB tikus/hari selama 8 hari, 7 hari berikutnya hanya diberikan ekstrak tanpa parasetamol. Pada hari ke-16 hewan coba diterminasi dengan menggunakan choloroform. Sampel darah diambil secara intracardial untuk pemeriksaan kadar SOD (Superokside dismutase) dan ginjal diambil untuk pemeriksaan histopatologis kerusakan tubulus dengan menggunakan pewarnaan HE (Hematoxilin Eosin). Hasil : Kadar SOD mempunyai nilai p>0,05, artinya secara statistik tidak bermakna signifikan, maka tidak terdapat perbedaan kadar SOD antar kelompok hewan coba. Skor kerusakan tubulus ginjal mempunyai nilai p<0,05, artinya secara statistik bermakna signifikan dan mempunyai perbedaan kelompok antar kelompok hewan coba. Kesimpulan : Ekstrak etanol daun sendok mempunyai efek nefroprotektif yang dapat dinilai berdasarkan adanya perbaikan kerusakan tubulus ginjal setelah diberikan induksi parasetamol dosis tinggi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | T2017010 |
| Uncontrolled Keywords: | Parasetamol; Farmakodinamik; Ginjal |
| Subjects: | B > B306 Botany Medicine Pharmacy |
| Divisions: | Program Pascasarjana & Profesi > S2 Biologi |
| Depositing User: | Mr Fathu Rahman Rosyidi |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 03:00 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 03:00 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39238 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
