Status Ketersediaan Unsur Hara P Sebagai Dasar Rekomendasi Pemupukan di Perkebunan Karet Wilayah PTPN IX (Persero) Krumput Kabupaten Banyumas

JAVA BIAKTO, Puncak Irian Leri (2018) Status Ketersediaan Unsur Hara P Sebagai Dasar Rekomendasi Pemupukan di Perkebunan Karet Wilayah PTPN IX (Persero) Krumput Kabupaten Banyumas. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (33kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (636kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (170kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (115kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (231kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (436kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (649kB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (184kB)
[img] PDF (Daftarpustaka)
Daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (179kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (842kB)

Abstract

Karet menempati posisi kedua dalam produksi dan nilai ekspor komoditas perkebunan Indonesia setelah kelapa sawit. Ekspor karet selama 5 tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan dari 1,99 juta ton pada tahun 2009 menjadi 2,70 juta ton pada tahun 2013. Berdasarkan jumlah tersebut nilai ekspor karet selama lima tahun terakhir sebesar US$ 3,24 milyar pada tahun 2009 dan meningkat menjadi US$ 6,90 milyar pada tahun 2013 (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2014). Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani dan lahan kosong atau lahan tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui besarnya kandungan dan sebaran P-total dan P-tersedia tanah di perkebunan karet Krumput, (2) memetakan sebaran status unsur hara P di lahan perkebunan karet Krumput dan (3) menentukan jumlah kebutuhan unsur hara P di perkebunan karet PTPN IX (PERSERO) Krumput Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei satuan lahan. Peta Satuan Lahan dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari Peta Jenis Tanah, Peta Kelerangan Tanah dan Peta Penggunaan Lahan daerah penelitian. Dari overlay ketiga peta tersebut diperoleh Peta Satuan Lahan (SL).Peta Satuan Lahan yang diperoleh selanjutnya digunakan sebagai alat bantu yang digunakan di lapangan sebagai penentuan titik pengambilan sampel. Pengambilan titik sampel berdasarkan tingkat ketelitian peta yang diuji dengan survei tingkat semi detail dengan skala peta 1 : 30.000. Pengambilan sampel dilakukan analisis landscape menggunakan metode sistematik dengan sistem transek, sampel yang diamati adalah sampel komposit pada kedalaman 0 – 30 cm dan 30 – 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran tanah di lahan Perkebunaan Karet PTPN IX Krumput berjenis tanah Podsolik Merah kekuningan dengan kandungan P-total tanah termasuk tinggi, tetapi ketersedian unsur hara P tanah termasuk rendah sampai sedang yaitu berkisar antara 13,4 - 17,4 ppm. Penambahan pupuk P di lahan penelitian berkisar antara 55,22 - 118,69 kg P2O5/ha. Penambahan pupuk P tersebut setara dengan 153,44 – 329,70 kg SP36/ha atau setara dengan 38,36 – 82,42 ton kompos/ha.Selain itu, dari data yang diperoleh hasil lateks berdasarkan perbedaan umur tanaman karet menghasilkan jumlah lateks karet yang beragam. Adanya peningkatan hasil lateks karet dengan bertambahnya umur tanaman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A18013
Uncontrolled Keywords: Unsur Hara P, Pemupukan, Perkebunan Karet
Subjects: F > F119 Fertilization in vitro
R > R347 Rubber
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mrs Ramadahani Lintang
Date Deposited: 05 Aug 2020 03:36
Last Modified: 05 Aug 2020 03:36
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/3924

Actions (login required)

View Item View Item