RISTANTI, Roro Ajeng (2026) Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon, Dewan Komisaris Independen, dan Modal Intelektual terhadap Kinerja Keuangan. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
cover Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Download (200kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
Legalitas Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (Abstrak)
Abstrak Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Download (312kB) |
|
|
PDF (BabI)
Bab I Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Restricted to Repository staff only until 29 January 2027. Download (352kB) |
|
|
PDF (BabII)
Bab II Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Restricted to Repository staff only until 29 January 2027. Download (460kB) |
|
|
PDF (BabIII)
Bab III Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Restricted to Repository staff only until 29 January 2027. Download (380kB) |
|
|
PDF (BabIV)
Bab IV Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Restricted to Repository staff only Download (371kB) |
|
|
PDF (BabV)
Bab V Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Download (306kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Download (293kB) |
|
|
PDF (lampiran)
Lampiran Roro Ajeng Ristanti_C1C021069.pdf Restricted to Repository staff only Download (647kB) |
Abstract
Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon, Dewan Komisaris Independen, dan Modal Intelektual terhadap Kinerja Keuangan”. Penelitian ini bermaksud untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengungkapan emisi karbon, dewan komisaris independen, dan modal intelektual terhadap kinerja keuangan. Teori sinyal dan teori agensi dijadikan landasan dalam penelitian ini. Pendekatan kuantitatif kausal dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan digunakan dalam penelitian ini. Perusahaan sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024 menjadi populasi dalam penelitian ini. Teknik purposive sampling diterapkan dalam pemilihan sampel dan diperoleh 31 perusahaan, sehingga data selama periode penelitian berjumlah 124 data. Variabel kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Equity (ROE). Variabel pengungkapan emisi karbon diukur menggunakan ceklis Carbon Disclosure Project (CDP). Variabel dewan komisaris independen diukur menggunakan jumlah dewan komisaris independen dibandingkan dengan jumlah dewan komisaris. Variabel modal intelektual diukur menggunakan rumus VAICTM. Teknik analisis data yang diterapkan pada penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yang pengolahan datanya dibantu oleh Eviews versi 12. Tahapan pertama yaitu analisis statistik deskriptif, yang memperlihatkan gambaran tiap variabel melalui angka-angka yang dihitung dari nilai terendah, nilai tertinggi, rata-rata, serta standar deviasi. Selanjutnya estimasi pemilihan model regresi data panel yang terdiri atas 3 model dan dilakukan uji pemilihan model regresi data panel guna menentukan model terbaik yang digunakan di dalam penelitian. Setelah itu dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri atas uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Setelah lolos uji asumsi klasik, selanjutnya dilakukan analisis regresi data panel. Kemudian dilakukan uji kelayakan model yang terdiri atas uji statistik F dan uji koefisien determinasi (R2). Tahap terakhir yaitu uji hipotesis parsial (uji t) guna melihat signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengungkapan emisi karbon tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Informasi yang disajikan dalam pengungkapan emisi karbon berkonsentrasi pada pelaporan emisi yang dihasilkan secara transparan dan langkah pengurangannya, sehingga dianggap kurang relevan untuk dijadikan pertimbangan keputusan investasi. Kemudian variabel dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Keberadaan komisaris independen dipandang belum memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi optimal terhadap kelancaran bisnis perusahaan karena kemampuan mereka dalam melakukan penilaian dinilai masih terbatas. Selain itu, keberadaan komisaris independen dianggap cenderung hanya memenuhi persyaratan formal dan komposisi dewan komisaris independen yang terlalu banyak justru dapat membuat pengambilan keputusan menjadi kurang efektif. Sementara itu, variabel modal intelektual berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Penyajian informasi mengenai modal intelektual mampu meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat daya saing perusahaan. Perusahaan dengan modal intelektual yang tinggi diasumsikan mempunyai keunggulan kompetitif yang meningkatkan reputasi serta kinerja perusahaan secara keseluruhan. Implikasi dari penelitian ini adalah penelitian ini menyediakan informasi dan menjadi salah satu sumber literatur terkait penerapan teori sinyal dan keagenan mengenai pengaruh pengungkapan emisi karbon, dewan komisaris independen, dan modal intelektual terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor energi yang tercatat di BEI. Menurut teori sinyal perusahaan yang menyajikan informasi terkait modal intelektual dan memiliki modal intelektual yang bagus mampu mengirimkan sinyal positif. Akan tetapi, temuan jika pengungkapan emisi karbon tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bertentangan dengan teori sinyal. Pengungkapan emisi karbon cenderung bersifat simbolis tanpa diikuti upaya nyata yang memberikan dampak ekonomi secara langsung. Dewan komisaris independent tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan merepresentasikan jika eksistensi komisaris independen dipandang belum memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi optimal terhadap kelancaran bisnis perusahaan. Perusahaan diharapkan konsisten mengungkapkan dan meningkatkan kualitas pengungkapan emisi karbon beserta langkah pengurangannya, serta meningkatkan kualitas pengungkapan tersebut seperti menambah item pengungkapan yang belum diungkapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan harus memastikan bahwa dewan komisaris independen benar-benar melakukan monitoring dan pengelolaan dengan baik, serta bekerja demi pemangku kepentingan. Perusahaan juga diharapkan meningkatkan pengelolaan modal intelektualnya karena perusahaan dengan modal intelektual yang tinggi diasumsikan memiliki keunggulan kompetitif, yang kemudian meningkatkan reputasi serta kinerja perusahaan. Sebelum menenentukan keputusan untuk melakukan investasi, investor diharapkan mempertimbangkan faktor faktor seperti pengungkapan emisi karbon, keberadaan dewan komisaris independen, serta modal intelektual pada perusahaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | C26046 |
| Uncontrolled Keywords: | Kinerja keuangan, pengungkapan emisi karbon, dewan komisaris independen, modal intelektual |
| Subjects: | C > C865 Corporations Finance |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Akuntansi |
| Depositing User: | Mrs. RORO AJENG RISTANTI |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 07:24 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 07:24 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39295 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
