SYARIFA, Divani (2026) Analisis Abnormal Return Saham Sebelum dan Sesudah Penyerahan Tuntutan 17+8 ke DPR Tahun 2025 pada Perusahaan IDX80 di Bursa Efek Indonesia. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Download (183kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (736kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Download (260kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (294kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (442kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (478kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (384kB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB V-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Download (204kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Download (217kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Divani Syarifa-C1C022042-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (515kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa politik non-finansial berupa penyerahan Tuntutan 17+8 ke DPR RI tahun 2025. Pasar modal memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena menjadi sarana penghimpunan dan penyaluran dana, sekaligus mencerminkan ekspektasi dan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi dan politik. Informasi publik yang mengandung ketidakpastian, khususnya peristiwa politik yang masih berkembang dan belum menghasilkan keputusan final, berpotensi memengaruhi persepsi risiko investor dan mendorong perubahan perilaku investasi. Penyerahan tuntutan 17+8 dipandang sebagai peristiwa politik yang bersifat dinamis dan sarat ketidakpastian, sehingga berpotensi menimbulkan fluktuasi harga saham dalam jangka pendek. Reaksi pasar terhadap peristiwa tersebut diamati melalui perubahan abnormal return saham perusahaan yang tergabung dalam indeks IDX80, mengingat indeks ini merepresentasikan saham-saham dengan tingkat likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar yang sensitif terhadap sentimen pasar. Landasan teoretis penelitian ini mengacu pada Hipotesis Pasar Efisien bentuk setengah kuat dan Teori Sinyal. Hipotesis Pasar Efisien menjelaskan bahwa harga saham mencerminkan seluruh informasi publik yang tersedia, sehingga setiap informasi baru, termasuk peristiwa politik, akan segera direspons oleh pasar. Sementara itu, Teori Sinyal memandang peristiwa politik sebagai sinyal non-finansial yang dapat ditafsirkan secara berbeda oleh investor, baik sebagai peningkatan risiko politik maupun sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang wajar. Perbedaan penafsiran ini berpotensi menghasilkan respons pasar yang tidak seragam. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam terkait pengaruh peristiwa politik terhadap abnormal return, sehingga membuka ruang bagi penelitian lanjutan untuk mengkaji peristiwa politik yang masih berlangsung dan belum memiliki hasil akhir yang pasti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi peristiwa untuk menguji reaksi pasar modal terhadap peristiwa penyerahan Tuntutan 17+8 ke DPR RI tahun 2025. Objek penelitian mencakup seluruh perusahaan yang tergabung dalam indeks IDX80 di Bursa Efek Indonesia dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa harga penutupan harian saham yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan Yahoo Finance. Periode pengamatan dibagi menjadi periode estimasi selama 60 hari perdagangan untuk memperoleh expected return yang stabil dan periode peristiwa selama 11 hari perdagangan, yaitu lima hari sebelum hingga lima hari setelah peristiwa. Abnormal return dihitung sebagai selisih antara return aktual dan return yang diharapkan, dengan expected return diestimasi menggunakan Single Index Model. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS melalui serangkaian pengujian statistik, meliputi uji normalitas, uji signifikansi abnormal return, uji beda sebelum dan sesudah peristiwa, serta analisis Two-Way ANOVA atau pendekatan nonparametrik untuk menguji perbedaan abnormal return berdasarkan sektor dan periode pengamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa abnormal return saham di sekitar peristiwa cenderung berfluktuasi dan tidak membentuk pola reaksi yang konsisten. Nilai average abnormal return dan cumulative average abnormal return mengindikasikan adanya tekanan negatif pada hari peristiwa dan penurunan nilai kumulatif hingga periode pasca-peristiwa, sehingga tidak terbentuk reaksi pasar positif secara berkelanjutan. Pengujian statistik memperlihatkan bahwa abnormal return signifikan hanya muncul pada hari-hari tertentu, dengan pola yang bergantian antara reaksi negatif dan positif. Uji beda antara periode sebelum dan sesudah peristiwa menunjukkan tidak adanya perbedaan abnormal return yang signifikan secara statistik, yang mengindikasikan bahwa secara agregat peristiwa tersebut tidak mengubah kinerja return saham secara bermakna. Analisis lintas sektor mengungkap adanya perbedaan abnormal return yang signifikan antar sektor, khususnya pada sektor bahan baku dan energi dibandingkan sektor teknologi dan infrastruktur, sementara faktor periode dan interaksi sektor–periode tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa penyerahan Tuntutan 17+8 ke DPR RI tahun 2025 tidak memicu reaksi pasar modal yang kuat dan merata, melainkan menghasilkan respons yang bersifat selektif, temporer, dan berbeda antar sektor. Hasil ini mendukung Hipotesis Pasar Efisien bentuk setengah kuat dan Teori Sinyal, yang menegaskan bahwa informasi politik tidak selalu direspons secara seragam oleh investor. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi investor untuk lebih selektif dan mempertimbangkan karakteristik sektor dalam merespons peristiwa politik, bagi perusahaan untuk meningkatkan transparansi guna mengurangi ketidakpastian pasar, serta bagi pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas pasar modal. Penelitian ini memiliki keterbatasan terkait adanya peristiwa pengganggu dan tingginya volatilitas pasar selama periode pengamatan, sehingga hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | C26059 |
| Uncontrolled Keywords: | Studi Peristiwa, Abnormal Return, IDX80, Peristiwa Politik, Reaksi Pasar |
| Subjects: | C > C67 Capital market |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Akuntansi |
| Depositing User: | Mrs Divani Syarifa |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 06:35 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 06:35 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
