Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Wanita Tani dalam Upaya Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga di Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga

PURWANI, Tutut Dwi (2026) Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Wanita Tani dalam Upaya Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga di Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Masters thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf

Download (197kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf

Download (386kB)
[img] PDF (BabI)
Bab I-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2027.

Download (397kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2027.

Download (574kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2027.

Download (407kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf

Download (288kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf

Download (363kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran-Tutut Dwi Purwani-P2H024002-Tesis-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, di mana perempuan berperan signifikan melalui pengelolaan pangan untuk mewujudkan kemandirian pangan keluarga. Pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian pada praktiknya tidak berjalan secara individual, melainkan melalui wadah kolektif yang terorganisasi. Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi wadah strategis bagi pemberdayaan perempuan di bidang pertanian, namun KWT di Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kapasitas manajerial, tekanan urbanisasi serta berkurangnya lahan produktif di tingkat rumah tangga. Kondisi ini menegaskan perlunya strategi penguatan kelembagaan agar KWT dapat berperan optimal dalam mendukung kemandirian pangan keluarga. Penelitian ini bertujuan memetakan kelembagaan KWT serta merumuskan strategi penguatan yang relevan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, FGD, dan studi dokumen. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan memilih tiga KWT yang mewakili kondisi berbeda: KWT Aglonema (kategori sukses), KWT Sri Lestari (kategori berkembang), dan KWT Melati (kategori menurun). Analisis data menggunakan kerangka SWOT yang dipadukan dengan teori kelembagaan Richard Scott, meliputi pilar regulatif, normatif, dan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kelembagaan KWT di Kecamatan Kalimanah beragam. KWT dengan kelembagaan yang kuat ditandai oleh kepemimpinan yang efektif, struktur organisasi yang berjalan, partisipasi anggota yang tinggi, serta dukungan eksternal yang memadai. Sebaliknya, KWT dengan kelembagaan yang melemah cenderung mengalami penurunan partisipasi anggota, lemahnya aturan internal, dan berkurangnya kegiatan produktif. Secara internal, kekuatan utama KWT terletak pada solidaritas anggota yang tinggi dan semangat kebersamaan anggota. Sementara, kelemahannya mencakup keterbatasan kapasitas manajerial, inovasi program, serta fluktuasi partisipasi sebagian anggota. Dari sisi eksternal, peluang terlihat melalui dukungan kebijakan pemerintah, akses terhadap pelatihan dan pendampingan, serta potensi pengembangan pertanian perkotaan. Disisi lain, ancaman meliputi perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat pada lingkungan sosial diluar kelembagaan KWT, ketidakstabilan harga pangan, dan ketergantungan pada program bantuan. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi penguatan kelembagaan KWT diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem organisasi dan kemitraan, diversifikasi kegiatan dan produk pangan berbasis pekarangan, serta optimalisasi peran penyuluh dan dukungan program pemerintah. Dalam perspektif teori kelembagaan Richard Scott, strategi penguatan tersebut perlu dilaksanakan secara terpadu dengan memperkuat pilar regulatif melalui dukungan kebijakan yang berkelanjutan, pilar normatif melalui peningkatan partisipasi, solidaritas, dan komitmen anggota, serta pilar kognitif melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman anggota terhadap peran KWT dalam kemandirian pangan keluarga. Penguatan kelembagaan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadikan KWT sebagai kelembagaan lokal yang mandiri, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam mendukung kemandirian pangan keluarga.

Item Type: Thesis (Masters)
Nomor Inventaris: P226039
Uncontrolled Keywords: Kelompok Wanita Tani, kelembagaan, strategi penguatan, SWOT, kemandirian pangan keluarga
Subjects: C > C648 Community life
Divisions: Program Pascasarjana & Profesi > S2 Penyuluhan Pertanian Pemberdayaan Masyarakat
Depositing User: Mrs TUTUT DWI PURWANI
Date Deposited: 09 Feb 2026 12:02
Last Modified: 09 Feb 2026 12:02
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39468

Actions (login required)

View Item View Item