Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup Konsumtif, Pengendalian Diri, dan Mental Accounting terhadap Perilaku Berutang Mahasantri di Pesantren Purwokerto

FAIZAH, Hana Lailatul (2026) Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup Konsumtif, Pengendalian Diri, dan Mental Accounting terhadap Perilaku Berutang Mahasantri di Pesantren Purwokerto. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Hana Lailatul Faizah-C1C021027-SKRIPSI-2026.pdf

Download (119kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (621kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skrpsi-2026.pdf

Download (77kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skrpsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2027.

Download (145kB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2027.

Download (200kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2027.

Download (215kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (455kB)
[img] PDF (BabV)
BAB-V-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skripsi-2026.pdf

Download (72kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Hana Lailatul Faizah-C1C021027- Skripsi-2026 .pdf

Download (210kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Hana Lailatul Faizah-C1C021027-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari fenomena pertumbuhan lembaga pendidikan islam yang sangat pesat, khususnya pondok pesantren di wilayah perkotaan seperti Purwokerto. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Agama Kabupaten Banyumas tahun 2024, tercatat ada 28 lembaga pesantren di wilayah Purwokerto yang menaungi sekitar 1.927 mahasantri. Mahasantri merupakan entitas sosial yang unik dan kompleks karena mereka memikul peran ganda, sebagai mahasiswa di perguruan tinggi yang dituntut terhadap perkembangan zaman, sekaligus sebagai santri yang harus patuh pada nilai-nilai tradisional dan religius di pesantren. Sebagai representasi dari Generasi Z, mahasantri saat ini menghadapi tantangan finansial yang jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya. Paparan budaya urban yang sangat konsumtif melalui media sosial, kemudahan akses terhadap platform pinjaman online (pinjol), hingga praktik utang-piutang konvensional antar rekan santri menciptakan kerentanan finansial. Terdapat kontradiksi nyata di lingkungan pesantren, di mana nilai kesederhanaan sering kali berbenturan dengan budaya isyraf atau perilaku berlebihan. Gaya hidup yang didorong oleh tren fashion Islami, penggunaan produk kecantikan (skincare), serta fenomena FOMO (Fear of Missing Out) sering kali mengalihkan alokasi dana pendidikan (syahriah) untuk pengeluaran sekunder. Dampaknya, muncul masalah tunggakan pembayaran pesantren yang pada dasarnya merupakan bentuk perilaku berutang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi perilaku berutang mahasantri. Variabel independen yang diuji meliputi literasi keuangan, gaya hidup konsumtif, pengendalian diri, dan mental accounting. Selain itu, penelitian ini menempatkan niat berutang sebagai variabel mediasi untuk melihat apakah dorongan internal tersebut benar-benar menjadi jembatan menuju tindakan berutang secara aktual. Kerangka teori yang digunakan adalah Theory of Planned Behavior (TPB) dari Icek Ajzen. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku manusia tidak terjadi begitu saja, melainkan didorong oleh niat yang dibentuk oleh tiga pilar utama, yaitu sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer. Populasi sasaran adalah seluruh mahasantri di Kecamatan Purwokerto yang berjumlah 1.927 orang. Dengan menggunakan rumus Slovin dan tingkat kesalahan 5%, diperoleh sampel sebanyak 331 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria ketat, yaitu mahasantri aktif kategori Gen-Z (usia 18-25 tahun) yang memiliki pengalaman atau sedang memiliki utang. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dengan skala Likert 1-5. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Model-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 3.0, yang mencakup evaluasi outer model (validitas dan reliabilitas) serta inner model (uji hipotesis dan pengaruh antar variabel). Hasil analisis statistik memberikan temuan-temuan krusial sebagai berikut; Pertama, literasi keuangan terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku berutang. Hal ini menegaskan bahwa semakin baik pemahaman mahasantri mengenai manajemen keuangan, risiko, dan nilai uang, maka semakin rendah keinginan mereka untuk melakukan utang yang tidak produktif. Kedua, gaya hidup konsumtif berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku berutang. Keinginan untuk diakui secara sosial dan pemenuhan kepuasan emosional sesaat menjadi pendorong paling kuat bagi mahasantri untuk mencari pinjaman. Ketiga, pengendalian diri dan mental accounting ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku berutang dalam model ini. Ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang merasa memiliki kontrol atau memiliki pengelompokan anggaran mental, faktor tekanan lingkungan dan gaya hidup jauh lebih dominan dalam mengarahkan niat mereka untuk berutang. Niat terbukti menjadi prediktor yang valid terhadap perilaku berutang, ketika keinginan berutang sudah terbentuk, kemungkinan besar tindakan nyata untuk meminjam uang akan dilakukan. Kelima, efek mediasi menunjukkan bahwa niat berutang secara sukses memediasi pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup konsumtif terhadap perilaku aktual. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa perilaku berutang di kalangan mahasantri bukan sekadar masalah ketersediaan uang, melainkan masalah bagaimana kondisi literasi keuangan dan tingginya tekanan gaya hidup konsumtif. Implikasi praktis dari studi ini adalah perlunya lembaga pesantren untuk mulai melirik kurikulum ekonomi kreatif atau pendidikan pengelolaan keuangan syariah bagi mahasantri. Bagi mahasantri, edukasi mengenai bahaya gaya hidup konsumtif dan penguatan strategi manajemen keuangan pribadi menjadi kunci utama agar tidak terjerumus dalam siklus ketergantungan finansial dan jebakan utang di masa muda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: C26055
Uncontrolled Keywords: literasi keuangan, gaya hidup konsumtif, pengendalian diri, mental accounting, niat berutang, perilaku berutang
Subjects: F > F146 Finance
L > L257 Literacy
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Akuntansi
Depositing User: Mrs. Hana Lailatul Faizah
Date Deposited: 12 Feb 2026 05:07
Last Modified: 12 Feb 2026 05:07
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39470

Actions (login required)

View Item View Item