Integrasi Akuntansi Hijau, Manajemen Sampah, Dan Altruistic Social Responsibility Commitment Dalam Mendorong Keberlanjutan Bisnis Usaha Mikro

FIRMANSYAH, Irman (2026) Integrasi Akuntansi Hijau, Manajemen Sampah, Dan Altruistic Social Responsibility Commitment Dalam Mendorong Keberlanjutan Bisnis Usaha Mikro. Doctoral thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Legalitas)
COVER-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (134kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (769kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf

Download (5MB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img] PDF (BabV)
BAB-V-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf

Download (5MB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf

Download (5MB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Irman Firmansyah-C3D022006-Disertasi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh kesadaran bahwa keberlanjutan usaha mikro bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga persoalan sosial, moral, dan ekologis. Perusahaan mikro telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto mencapai lebih dari 60% dan penyerapan tenaga kerja di atas 97% (KemenkopUMKM, 2023). Di balik peran vital tersebut, masih tersimpan kerentanan mendasar: sebagian besar usaha mikro belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik, belum menerapkan prinsip akuntansi berwawasan lingkungan, serta belum menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian strategis dari model bisnis mereka. Kondisi ini menimbulkan paradoks, usaha mikro menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, tetapi sekaligus berpotensi menjadi sumber eksternalitas negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan sosial. Fenomena serupa juga tampak secara global: di Amerika Serikat, Jerman, dan India, usaha kecil sering kali menghadapi hambatan struktural dalam mempertahankan keberlanjutan akibat keterbatasan modal, rendahnya literasi lingkungan, serta lemahnya integrasi nilai-nilai sosial dalam praktik bisnis (Jayasekara et al., 2020; Müller, 2023; Shifa Fathima, 2020). Hal ini menunjukkan bahwa masalah keberlanjutan usaha mikro merupakan tantangan universal yang menuntut solusi konseptual baru yang lebih kontekstual, holistik, dan berbasis nilai. Disertasi ini berupaya membangun model integratif yang menjelaskan bagaimana praktik akuntansi hijau berperan dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis, dengan mempertimbangkan pengelolaan sampah sebagai mekanisme mediasi dan Altruistic Social Responsibility Commitment (ASRC) sebagai faktor moderasi berbasis nilai. Gagasan dasar penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa praktik bisnis usaha mikro di Indonesia tidak dapat hanya dilihat dari rasionalitas ekonomi, tetapi harus dipahami melalui lensa moralitas sosial dan kepedulian terhadap masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan triple bottom line (Elkington, 1997), yang menekankan bahwa keberhasilan bisnis harus diukur tidak hanya dari profit, tetapi juga dari kontribusi terhadap people (masyarakat) dan planet (lingkungan). Akuntansi hijau menjadi fondasi awal model ini. Menurut literatur akuntansi lingkungan, akuntansi hijau diartikan sebagai sistem pencatatan dan pelaporan keuangan yang memasukkan dimensi ekologis dalam proses pengambilan keputusan bisnis (Gray & Bebbington, 2001; UNCTAD, 2003). Bagi usaha mikro, penerapan akuntansi hijau berarti mengenali, mengukur, dan mengendalikan biaya lingkungan seperti penggunaan sumber daya alam, pengelolaan limbah, serta pengurangan polusi (Ritu & Chawla, 2021). Dengan demikian, akuntansi hijau tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab etis pelaku usaha terhadap keberlanjutan lingkungan. Namun, hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan temuan yang belum konsisten: beberapa penelitian menemukan bahwa akuntansi hijau berpengaruh positif terhadap kinerja keberlanjutan (Toopgajank et al., 2019; Khan & Gupta, 2023), tetapi sebagian lainnya menunjukkan efek yang lemah atau tidak signifikan (Carandang & Ferrer, 2020; Meng et al., 2019). Hal ini mengindikasikan adanya variabel lain yang memengaruhi atau memperkuat hubungan tersebut. Salah satu variabel potensial yang berperan sebagai perantara adalah manajemen sampah. Pengelolaan sampah yang baik merupakan implementasi konkret dari akuntansi hijau. Praktik ini membantu usaha mikro meminimalkan pemborosan sumber daya, mengurangi emisi, dan menurunkan biaya operasional jangka panjang (Doorasamy, 2016). Namun, sebagian besar usaha mikro di Indonesia masih mengelola limbah secara tradisional, bahkan banyak yang membuang limbah tanpa pengolahan yang memadai, sebagaimana terlihat di berbagai daerah industri kecil seperti di Tasikmalaya dan Bandung (Awaludin, 2020; Dutapriangan, 2021). Maka, peran manajemen sampah dalam model ini diuji sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara akuntansi hijau dan keberlanjutan bisnis. Selain itu, disertasi ini memperkenalkan konstruk baru yang menjadi kebaruan utama penelitian, yaitu Altruistic Social Responsibility Commitment (ASRC). Konstruk ini dikembangkan dari integrasi konsep CSR berbasis etik (Spence, 2014), yang menekankan pentingnya tanggung jawab sosial UMKM dengan tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian sosial, seperti memberikan bantuan sosial, menggunakan kemasan ramah lingkungan, atau berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat; Altruistik yang niat tulus pelaku usaha untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan tanpa mengharapkan imbalan (Rushton et al., 1981); serta commitment dan consistency (Isenberg & Brauer, 2022), yang menyatakan bahwa komitmen dibuktikan dengan tindakan yang dilakukan secara berulang. Melalui sintesis ketiga teori tersebut, ASRC didefinisikan sebagai komitmen moral dan sosial pelaku usaha untuk menjalankan tanggung jawab sosial berdasarkan niat altruistik, niat untuk berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan finansial langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistik, melibatkan 294 usaha mikro di Provinsi Jawa Barat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan kuesioner skala Likert lima poin. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS. Sebelum pengujian model struktural, dilakukan uji validitas konstruk melalui analisis faktor eksploratori (EFA), konfirmatori (CFA), serta content validity ratio (CVR) yang melibatkan para pakar bidang akuntansi dan tanggung jawab sosial. Model konseptual penelitian secara keseluruhan disajikan pada Gambar berikut, yang menunjukkan hubungan antara akuntansi hijau, manajemen sampah, ASRC, dan keberlanjutan bisnis. Gambar: Model Penelitian Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan temuan-temuan penting. Pertama, akuntansi hijau berpengaruh positif terhadap manajemen sampah, kedua akuntansi hijau berpengaruh positif terhadap keberlanjutan bisnis. Temuan tersebut menunjukkan penerapan akuntansi hijau mendorong efisiensi pengelolaan sumber daya serta meningkatkan legitimasi sosial usaha. Ketiga, manajemen sampah tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan bisnis, yang menunjukkan bahwa praktik pengelolaan sampah di kalangan usaha mikro masih bersifat administratif dan belum terintegrasi dalam strategi keberlanjutan jangka panjang. Keempat, manajemen sampah tidak memediasi hubungan antara akuntansi hijau dengan keberlanjutan bisnis usaha mikro. Kelima, ASRC memiliki pengaruh terhadap keberlanjutan bisnis. Keenam, ASRC menjadi moderator kuat dalam hubungan antara akuntansi hijau dan keberlanjutan bisnis. Artinya, semakin tinggi komitmen altruistik pelaku usaha mikro, semakin kuat pengaruh akuntansi hijau terhadap keberlanjutan usaha mereka. Hasil ini memperlihatkan bahwa efektivitas akuntansi hijau tidak hanya bergantung pada efisiensi biaya lingkungan, tetapi sangat ditentukan oleh orientasi moral pelaku usaha. Pelaku usaha mikro dengan tingkat ASRC tinggi cenderung menjalankan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, menghargai komunitas lokal, dan berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, ASRC menjadi penggerak moral yang menjembatani kesenjangan antara idealisme keberlanjutan dan realitas keterbatasan sumber daya usaha mikro. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dari sisi teori terhadap pengembangan ilmu akuntansi keberlanjutan dan CSR. Pertama, penelitian ini memperluas penerapan teori stakeholder dan social exchange dengan menambahkan dimensi moral-altruistik yang selama ini kurang diperhatikan dalam konteks usaha kecil. Kedua, penelitian ini memperkenalkan konstruk baru, ASRC, yang dapat digunakan sebagai instrumen pengukuran CSR berbasis nilai untuk konteks usaha mikro dan ekonomi komunitas. Ketiga, model integratif yang dikembangkan memperkaya literatur tentang akuntansi hijau dengan mengaitkannya secara langsung pada keberlanjutan melalui jalur sosial dan etika. Penelitian ini memberikan arah baru dari sisi praktis bagi kebijakan pemerintah dan pelatihan usaha mikro. Pemerintah daerah disarankan tidak hanya mendorong usaha mikro untuk membuat laporan keuangan, tetapi juga membantu mereka menginternalisasi aspek lingkungan dalam pencatatan bisnis. Pelatihan kewirausahaan hendaknya menanamkan nilai-nilai sosial dan spiritual sebagai bagian dari etika bisnis berkelanjutan. Lembaga keuangan dan pembina usaha mikro juga diharapkan dapat menggunakan ASRC sebagai salah satu kriteria non-finansial dalam menilai kelayakan pembiayaan usaha berbasis tanggung jawab sosial. Disertasi ini menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis bukan semata soal kemampuan ekonomi secara filosofis, melainkan hasil dari keseimbangan antara rasionalitas ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kesadaran moral. Dalam konteks usaha mikro di Indonesia, kekuatan sosial dan nilai-nilai altruistik terbukti menjadi faktor yang menentukan ketahanan dan keberlanjutan usaha. Integrasi antara akuntansi hijau, pengelolaan sampah, dan ASRC membentuk model keberlanjutan yang lebih manusiawi dan relevan bagi sektor mikro dan kecil. Model ini tidak hanya menjawab kebutuhan akademik atas teori keberlanjutan yang kontekstual, tetapi juga menawarkan kerangka praktis untuk mengarahkan usaha mikro menuju praktik bisnis yang beretika, efisien, dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, disertasi ini menghasilkan dua kontribusi utama. Pertama, secara teoretis, diperkenalkan konstruk baru Altruistic Social Responsibility Commitment (ASRC) yang memperluas konsep CSR ke dalam ranah nilai dan moralitas pelaku usaha kecil. Kedua, secara empiris, dibuktikan bahwa kombinasi antara akuntansi hijau dan nilai altruistik memiliki pengaruh terhadap keberlanjutan bisnis usaha mikro, sementara manajemen sampah masih perlu diperkuat agar menjadi bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang. Keseluruhan temuan ini membentuk dasar bagi lahirnya paradigma baru: akuntansi keberlanjutan berbasis nilai (value-based sustainable accounting) yaitu praktik akuntansi yang tidak hanya menilai kinerja dari sisi finansial dan lingkungan, tetapi juga dari kekuatan moral dan komitmen sosial pelaku usaha itu sendiri.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Nomor Inventaris: P326002
Uncontrolled Keywords: altruistic social responsibility commitment, akuntansi hijau, usaha mikro, jawa barat
Subjects: B > B420 Business enterprises
Divisions: Program Pascasarjana & Profesi > S3 Akuntansi
Depositing User: Mr Irman Firmansyah
Date Deposited: 12 Feb 2026 01:37
Last Modified: 12 Feb 2026 01:37
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39550

Actions (login required)

View Item View Item