Politik Pariwisata: Evaluasi Implementasi Kebijakan Pengembangan Wisata Budaya Museum Wayang Banyumas

SETIAWAN, Aya Febriana (2026) Politik Pariwisata: Evaluasi Implementasi Kebijakan Pengembangan Wisata Budaya Museum Wayang Banyumas. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf

Download (147kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (594kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf

Download (186kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2027.

Download (185kB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2027.

Download (146kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2027.

Download (188kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (336kB)
[img] PDF (BabV)
BAB-V-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf

Download (166kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Aya Febriana Setiawan-F1D022004-Skripsi-2026.pdf

Download (144kB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi implementasi kebijakan pengembangan pariwisata, khususnya di bidang wisata budaya yang diterapkan di Museum Wayang Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana proses pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teori pelaksanaan kebijakan yang dikembangkan oleh Donald Van Metter dan Carl Van Horn digunakan sebagai dasar dalam melalukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengembangan wisata budaya Museum Wayang Banyumas secara keseluruhan belum optimal pada seluruh dimensi analisis. Relasi antaraktor bersifat hierarkis dengan dominasi aktor formal, membatasi partisipasi non-pemerintah. Ukuran dan tujuan kebijakan top-down menimbulkan kesenjangan pemahaman pelaksana. Sumber daya terbatas pada SDM, anggaran, fasilitas, dan teknologi akibat prioritas politik rendah. Karakteristik agen pelaksana menunjukan lemahnya integrasi kapital sosial-kuktural aktor informal dalam kerangka kebijakan formal. Sikap pelaksana positif, namun terbatas pada kepatuhan prosedural tanpa inovasi. Sementara komunikasi antarorganisasi satu arah tanpa umpan balik efektif. Lingkungan sosial, ekonomi, politik belum kondusif karena persepsi sakral lokasi, absennya rantai nilai, dan kepentingan elite lokal lebih memprioritaskan wisata alam dan wisata buatan. Diperlukan transformasi paradigma menuju governance pariwisata partisipatif berbasis komunitas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F26031
Uncontrolled Keywords: Evaluasi; Implementasi Kebijakan; Pengembangan; Wisata Budaya
Subjects: C > C1009 Cultural tourism
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik
Depositing User: Mrs. Aya Febriana Setiawan
Date Deposited: 19 Feb 2026 04:20
Last Modified: 19 Feb 2026 04:20
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39790

Actions (login required)

View Item View Item