ARDELIA, Delinda (2026) Penerapan Eksekusi Putusan Arbitrase Internasional pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Tinjauan Yuridis Kasus Helice Leasing Melawan PT Garuda Indonesia). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Download (18kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (259kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Download (78kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (191kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (309kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (105kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (241kB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB V-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Download (91kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-DELINDA ARDELIA-E1A021169-SKRIPSI-2026.pdf Download (144kB) |
Abstract
Munculnya proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menimbulkan problematika hukum terkait pelaksanaan eksekusi putusan arbitrase internasional yang melibatkan Helice Leasing S.A.S. Hubungan hukum ini bermula dari wanprestasi Garuda atas kontrak dry lease yang menghasilkan Arbitral Award dari London Court of International Arbitration (LCIA) pada 6 September 2021. Eksekusi putusan tersebut terhambat oleh proses PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang berakhir pada Putusan Homologasi tanggal 27 Juni 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis legal standing perusahaan Helice Leasing dalam pemeriksaan PKPU serta menganalisis tindak lanjut eksekusi putusan arbitrase dengan mekanisme PKPU yang dilakukan oleh Garuda Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan kasus. Hasil dari penelitian ini adalah Helice Leasing mempunyai legal standing untuk memperoleh haknya sebagai kreditor konkuren yang disebabkan oleh tidak adanya jaminan kebendaan dalam kontrak sewa pesawat dan fakta bahwa Helice Leasing bukan sebuah lembaga negara pemegang hak pajak atau buruh pemegang hak upah sehingga Helice Leasing tidak bisa diklasifikasikan sebagai kreditor separatis maupun kreditor preferen, dan pemenuhan haknya sebagai kreditor konkuren dilakukan paling akhir dengan pembagian secara pro rata dengan kreditor konkuren lainnya karena tidak adanya hak istimewa atau hak untuk didahulukan. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan peralihan fungsi Arbitral Award LCIA yang semula digunakan sebagai dasar eksekusi aset milik debitor menjadi sertifikat bukti utang yang tidak terbantahkan dalam PKPU karena terhadap Arbitral Award tersebut tidak diperoleh penetapan perintah pelaksanaan eksekusi atau exequatur dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Keikutsertaan Helice Leasing sebagai kreditor konkuren dalam PKPU menjadikannya mempunyai hak voting untuk rencana perdamaian yang akhirnya menghasilkan putusan homologasi berisi pemberlakuan pemotongan utang (haircut) sebesar 81% dan konversi sisa utang menjadi instrumen ekuitas baru.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | E26039 |
| Uncontrolled Keywords: | Eksekusi, Kedudukan Hukum, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Putusan Arbitrase Internasional |
| Subjects: | I > I234 International law |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs. Delinda Ardelia |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 08:17 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 08:17 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39801 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
