RUKAYAH, Siti (2026) Biologi Ikan Keting (Mystus nigriceps Valenciennes 1846) di Sungai Ijo dan Cicingguling Jawa Tengah : Upaya Pengelolaan Berkelanjutan. Doctoral thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Download (165kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Download (197kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (768kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (441kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (522kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB V-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (548kB) |
|
|
PDF (BabVI)
BAB VI-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (BabVII)
BAB VII-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (554kB) |
|
|
PDF (BabVIII)
BAB VIII-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (160kB) |
|
|
PDF (BabIX)
BAB IX-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Download (199kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Download (402kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Siti Rukayah-B3A022002-Disertasi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Sungai Ijo dan Cicingguling terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengalir dari hulu sampai hilir. Salah satu spesies ikan yang ditemukan di Sungai Ijo dan Cicingguling yaitu Mystus nigriceps. Ikan ini menjadi target tangkapan oleh nelayan di Sungai Ijo dan Cicingguling. Penelitian mengenai biologi M. nigriceps masih terbatas sehingga menjadikan permasalahan utama untuk dilakukannya penelitian ini. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis, mengevaluasi dan merumuskan strategi pengelolaan habitat dan populasi M. nigriceps secara berkelanjutan meliputi taksonomi, karakteristik habitat, reproduksi, pola pertumbuhan dan laju eksploitasi M. nigriceps di Sungai Ijo dan Cicingguling. Metode pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dua belas kali dengan interval waktu satu bulan selama satu tahun yaitu November 2022-Oktober 2023 menggunakan metode survei dengan teknik purposive random sampling di Sungai Ijo dan Cicingguling yang dibedakan menjadi 3 zona yaitu hulu, tengah dan hilir. Tiap zona ditentukan tiga lokasi sehingga dalam satu aliran sungai ditentukan sembilan lokasi. Bahan penelitian terdiri atas ikan dari Sungai Ijo dan Cicingguling, larutan formalin 4% dan 10%, alkohol 70% dan larutan gilson serta alat yang digunakan terdiri atas perahu, alat tangkap ikan (jaring insang, jala tebar, dengan mata jaring ½” dan 1” bubu vertikal dan horizontal), alat bedah ikan dan alat uji kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi M. nigriceps betina dan jantan dapat ditentukan melalui performa morfologi dan morfometrik. Hasil yang diperoleh secara performa morfologi M. nigriceps dapat dibedakan dari seksual dimorfisme melalui bentuk organ genital jantan berupa organ papila berbentuk tonjolan kecil dan runcing, sedangkan betina berbentuk lubang lonjong. Hasil pengukuran morfometrik diperoleh 8 karakter yang menjadi pembeda antara ikan jantan dan betina yaitu panjang maxillary barbel (PMxB), panjang mandibullary barbel (PMnB), panjang predorsal (PprD), jarak interorbital (JIO), diameter mata (DM), panjang linea lateralis (PLL), awal dorsal sampai depan sirip anal (B5) dan awal sirip anal sampai awal sirip caudal (D1). Morfometrik menunjukkan perbedaan morfologis antara jenis kelamin terkait dengan faktor lingkungan meliputi parameter fisika-kimia air. Karakteristik habitat Sungai Ijo dan Cicingguling berdasarkan uji PERMANOVA diperoleh berbeda nyata yaitu terdapat perbedaan antara karakteristik habitat di Sungai Ijo dan Cicingguling. Perbedaan tersebut dijelaskan bahwa diagram PCA Sungai Ijo ditentukan dengan penetrasi cahaya, kedalaman dan CO2 bebas sedangkan Sungai Cicingguling ditentukan dengan temperatur, lebar sungai, kecepatan arus, O2 terlarut dan pH. Masing-masing faktor fisika dan kimia air di Sungai Ijo dan Cicingguling memiliki hubungan korelasi pada kelimpahan M. nigriceps. Hal tersebut diperoleh berdasarkan uji korelasi “Pearson” yaitu korelasi positif antara karakteristik habitat dan kelimpahan M. nigriceps berupa temperatur, kedalaman, lebar sungai, dan CO2 bebas, sedangkan korelasi negatif dengan penetrasi cahaya, kecepatan arus, O2 terlarut dan pH. Karakteristik habitat di Sungai Ijo dan Cicingguling yang diperoleh sesuai untuk kehidupan M. nigriceps sehingga mendukung proses reproduksi ikan di dua sungai tersebut. Reproduksi M. nigriceps meliputi jumlah ikan betina lebih banyak dibandingkan jantan. Jumlah ikan betina dan jantan tertinggi pada Bulan Oktober di Sungai Ijo yaitu sebanyak 576 individu betina dan 399 individu jantan, sedangkan di Sungai Cicingguling pada Bulan September sebanyak 420 individu betina dan 29 individu jantan. Pada Sungai Ijo dan Cicingguling, ikan pada TKG III dan IV ditemukan tertinggi pada Bulan Oktober. Gonadosomatic index M. nigriceps tertinggi di Sungai Ijo pada bulan Februari (13,21%) dibandingkan dengan Sungai Cicingguling pada bulan Januari (12,98%). Fekunditas di Sungai Ijo tertinggi diperoleh pada bulan Februari (16480 butir telur) lebih sedikit dibandingkan Sungai Cicingguling yaitu pada bulan Januari (17927 butir). Hubungan fekunditas antara panjang dan berat tubuh M. nigriceps di dua sungai menunjukkan bahwa berat tubuh berpengaruh terhadap fekunditas. Diameter telur pada Sungai Ijo dan Cicingguling diperoleh pada berbagai puncak setiap bulannya dengan frekuensi tertinggi pada ukuran 0,51-0,60 mm di Sungai Ijo dan 0,41-0,50 mm di Sungai Cicingguling. Hubungan fekunditas terhadap diameter telur menunjukkan bahwa seiring peningkatan jumlah telur maka ukuran diameter telur lebih kecil. Ukuran panjang pertama kali matang gonad M. nigriceps pada dua sungai berbeda. Pada Sungai Ijo, jantan (9,56 cm) matang gonad lebih cepat dibanding betina (14,53 cm). Sungai Cicingguling ikan betina (12,72 cm) lebih cepat matang gonad daripada ikan jantan (13,46 cm). Reproduksi M. nigriceps di Sungai Ijo dan Cicingguling dipengaruhi oleh pola pertumbuhan. Pola pertumbuhan M. nigriceps di Sungai Ijo dan Cicingguling memiliki nilai slope (b) lebih besar dari 3 atau alometrik positif yaitu pertambahan berat ikan lebih cepat dari pada panjang ikan. Faktor kondisi M. nigriceps di kedua sungai menunjukkan bahwa ikan betina lebih tinggi dibandingkan ikan jantan. Mortalitas total (Z) M. nigriceps di Sungai Ijo sebesar 3,61 terdiri atas mortalitas alami (M) 3,41 dan mortalitas penangkapan (F) 0,2 dengan laju eksploitasi (E) diperoleh sebesar 0,05 per tahun dan pada Sungai Cicingguling diperoleh mortalitas total (Z) sebesar 4,85, mortalitas alami (M) 3,59 dan mortalitas penangkapan (F) 1,26 dengan laju eksploitasi (E) sebesar 0,26. Kesimpulan penelitian ini yaitu ikan Mystus yang tertangkap di Sungai Ijo dan Cicingguling adalah M. nigriceps (Valenciennes, 1840) dengan seksual dimorfisme berupa papila pada ikan jantan dan betina organ genital berbentuk lonjong, serta morfometrik 8 karakter pembeda yaitu panjang maxillary barbel (PMxB), panjang mandibullary barbel (PMnB), panjang predorsal (PprD), jarak interorbital (JIO), diameter mata (DM), panjang linea lateralis (PLL), awal dorsal sampai depan sirip anal (B5) dan awal sirip anal sampai awal sirip caudal (D1). Karakteristik habitat di Sungai Ijo dan Cicingguling masih layak untuk kehidupan M. nigriceps dengan karakteristik temperatur, kedalaman, lebar sungai dan CO2 bebas memiliki korelasi positif serta penetrasi cahaya, kecepatan arus, O2 terlarut dan pH memiliki korelasi negatif. Jumlah ikan betina dan jantan M. nigriceps di Sungai Ijo dan Cicingguling lebih banyak oleh ikan betina dibandingkan ikan jantan. TKG III dan IV diperoleh pada waktu persamaan pada dua sungai yaitu Bulan Oktober. Gonadosomatic index dan Fekunditas pada dua sungai relatif sama waktunya Januari dan Februari. Ikan jantan lebih cepat matang gonad di Sungai Ijo dan ikan betina lebih cepat di sungai Cicingguling. Hubungan fekunditas terhadap berat tubuh lebih berpengaruh dibandingkan panjang tubuh dengan peningkatan jumlah telur menunjukkan ukuran telur lebih kecil. Tipe pemijahan M. nigriceps digolongkan memijah bertahap atau partial spawner dengan waktu pemijahan diperkirakan setelah bulan Februari di Sungai Ijo dan setelah Januari di Sungai Cicingguling. Ikan M. nigriceps di dua sungai memiliki pola pertumbuhan alometrik positif dengan faktor kondisi lebih tinggi oleh ikan betina. Mortalitas M. nigriceps di Sungai Ijo dan Cicingguling lebih tinggi oleh mortalitas alami sehingga diperoleh nilai laju eksploitasi yang rendah di bawah 0,5 atau di bawah ambang batas eksploitasi optimum yang berarti M. nigriceps di Sungai Ijo dan Cicingguling belum dieksploitasi secara berlebihan.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | P326001 |
| Uncontrolled Keywords: | Cicingguling, Habitat, Ijo, Morfometrik, M. nigriceps, Reproduksi. |
| Subjects: | B > B167 Biology F > F182 Fishes |
| Divisions: | Program Pascasarjana & Profesi > S3 Ilmu Biologi |
| Depositing User: | Mrs Siti Rukayah |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 02:09 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 02:09 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
