ROMADANI, Mushamed Fatimah (2026) Penerapan Hybrid Governance Dalam Proses Institusionalisasi Kekuasaan Masyarakat Desa Cikakak. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Download (103kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (844kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Download (189kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB-I-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (238kB) |
|
|
PDF (BabII)
Bab-II-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (194kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB-III-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2027. Download (196kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB-IV-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (732kB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB-V-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Download (208kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Mushamed Fatimah Romadani-F1D022024-Skripsi-2026.pdf Download (191kB) |
Abstract
Hybrid Governance merupakan paradigma tata kelola yang menekankan integrasi peran antara negara dan aktor non-negara dalam proses pengambilan keputusan serta pengelolaan kepentingan publik. Dalam konteks lokal, dinamika tersebut berkelindan dengan proses institusionalisasi, yaitu bagaimana aturan, praktik, dan relasi sosial dilembagakan melalui interaksi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika relasional antaraktor dalam praktik Hybrid Governance serta implikasinya terhadap proses institusionalisasi kekuasaan di Desa Cikakak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat untuk menelusuri pola interaksi, distribusi peran, serta mekanisme pengambilan keputusan. Kerangka analisis berpijak pada Teori Hybrid Governance Meagher dan Bierschenk serta perspektif kebijakan publik Harold Lasswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa institusionalisasi kekuasaan terutama dibentuk oleh tiga hasil utama, yaitu keberadaan aturan formal dan adat, peran elit desa sebagai mediator dan penghubung antaraktor, serta praktik penentuan upacara adat dan musim tanam sebagai arena pengambilan keputusan strategis. Di luar temuan utama tersebut, penelitian ini juga menemukan dinamika lain berupa proses adaptasi warga pendatang terhadap norma adat yang tidak tertulis, perbedaan tingkat keterlibatan dalam aktivitas ritual, serta munculnya ketegangan sosial dalam praktik keseharian yang umumnya dapat dikelola melalui komunikasi, pembelajaran sosial, dan kepemimpinan lokal. Temuan tambahan tersebut mengindikasikan adanya keterbatasan Teori Hybrid Governance yang cenderung menekankan aspek kolaborasi dan integrasi kelembagaan,namun belum sepenuhnya mampu menangkap kompleksitas proses kultural, norma informal, dan variasi partisipasi sosial di tingkat lokal. Meskipun demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola desa berkembang secara kolaboratif dan adaptif melalui integrasi otoritas formal dan legitimasi kultural, sekaligus membuka ruang pengayaan teoritik yang lebih sensitif terhadap konteks sosial dan budaya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | F26038 |
| Uncontrolled Keywords: | Hybrid Governance, proses institusional, relasi kekuasaan, tata kelola lokal, studi kasus, Desa Cikakak |
| Subjects: | E > E475 Executive power G > G185 Government |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik |
| Depositing User: | Mrs. Mushamed Fatimah Romadani |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 03:52 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 03:52 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39886 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
