ABDULLAH, Muhammad Irfani (2026) Analisis Produktivitas, Profitabilitas dan Manajemen Risiko Petani Tebu Kemitraan di Kabupaten Subang. Masters thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Download (118kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Download (189kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 23 February 2027. Download (258kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 23 February 2027. Download (353kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 23 February 2027. Download (346kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (956kB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB V-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Download (215kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Download (228kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-M. Irfani Abdullah-P2D022007-Tesis-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (842kB) |
Abstract
Produksi gula di Indonesia mengalami penurunan dalam 20 tahun terakhir sedangkan permintaan terus meningkat. Dampak dari hal tersebut adalah Indonesia menjadi salah satu negara importir gula terbesar di dunia Masalah yang dihadapi oleh industri gula di Indonesia adalah kurangnya bahan baku tebu dan rendahnya rendemen pengolahan gula. Pengelolaan tebu di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam kategori Plant Cane (PC), Ratoon Cane (RC) 1, RC 2 dan RC 3. Budidaya tebu sebagaimana kegiatan pertanian lainnya memiliki berbagai macam risiko. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor pembatas produksi gula di Indonesia. Identifikasi dan pengelolaan risiko pada budidaya tebu diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah kurangnya produksi gula di Indonesia. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Menganalisis perbandingan produktivitas tebu kategori Plant Cane (PC) dengan Ratoon Cane (RC) 1, 2 dan 3 di Kabupaten Subang, 2) Menganalisis perbandingan profitabilitas tebu kategori Plant Cane (PC) dengan Ratoon Cane (RC) 1, 2 dan 3 di Kabupaten Subang, 3) Menganalisis pelaksanaan manajemen risiko oleh petani tebu di Kabupaten Subang. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember tahun 2024. Analisis dilakukan terhadap data : 1) produktivitas, 2) profitabilitas, 3) manajemen risiko usaha tani tebu. Produktivitas dihitung berdasarkan total produksi dibagi dengan luas lahan. Analisis profitabilitas meliputi komponen 1) biaya, 2) pendapatan, 3) keuntungan, 4) Break Even Point (BEP) dan 5) Revenue Cost Ratio (R/C rasio). Analisis manajemen risiko dilakukan dengan tahapan : 1) identifikasi risiko, 2) penilaian risiko, 3) identifikasi mitigasi risiko. Berdasarkan analisis diketahui realisasi produktivitas PC pada tahun 2023 sebesar 54,1 ton/ha sedangkan RC 1 sebesar 66,8 ton/ha, RC 2 sebesar 55,9 ton/ha, RC 3 sebesar 57,7 ton/ha dan rata – rata sebesar 58,0 ton/ha. Adapun realisasi produktivitas tahun 2024 kategori PC sebesar 51,8 ton/ha, RC 1 sebesar 55,5 ton/ha, RC 2 sebesar 42,8 ton/ha, RC 3 sebesar 40,8 ton/ha dan rata – rata sebesar 47,3 ton/ha. Berdasarkan data tahun 2023 dan 2024 tersebut diketahui kategori RC 1 memiliki produktivitas tertinggi dibandingkan kategori lainnya. Realisasi pada tahun 2023 dan 2024 menunjukkan bahwa produktivitas tanaman PC lebih rendah dibandingkan tanaman kategori RC 1. Hal ini diduga karena sebagian besar tanaman kategori PC ditanam pada periode akhir (Oktober – Desember). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pada tahun 2023 petani dengan kategori untuk kategori Plant Cane (PC) secara rata – rata mengalami kerugian sebesar Rp. 7.087.140,-/ha sedangkan untuk kategori RC 1, RC 2 dan RC 3 secara rata – rata petani mendapatkan keuntungan. Sementara itu pada tahun 2024 petani dengan kategori untuk kategori Plant Cane (PC) secara rata – rata mengalami kerugian sebesar Rp. 4.826.922,-/ha sedangkan untuk kategori RC 1, RC 2 dan RC 3 secara rata – rata petani mendapatkan keuntungan. Kerugian pada budidaya tebu kategori Plant Cane (PC) di Kabupaten Subang disebabkan realisasi produktivitasnya yang lebih rendah daripada tanaman kategori Ratoon Cane (RC). Rendahnya produktivitas tanaman kategori Plant Cane (PC) ini diduga karena tidak tercapainya masa tanam optimal. Upaya memajukan masa tanam tanaman kategori Plant Cane (PC) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus profitabilitasnya. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa nilai R/C ratio untuk kategori Plant Cane (PC) pada tahun 2023 sebesar 0,82 yang berarti bahwa usaha budidaya tebu kategori Plant Cane (PC) ini belum memberikan keuntungan. Sedangkan nilai R/C ratio untuk kategori RC 1 sebesar 1,35, kategori RC 2 sebesar 1,24 dan kategori RC 3 sebesar 1,31. Sementara itu hasil analisis untuk tahun 2024 diketahui nilai R/C ratio untuk kategori Plant Cane (PC) sebesar 0,89. Sedangkan untuk kategori RC 1, RC 2 dan RC 3 nilai R/C ratio berada pada rentang 1,22 hingga 1,40. Nilai tersebut memiliki pola yang serupa dengan R/C ratio tahun 2023. Tanaman kategori Plant Cane (PC) pada tahun 2023 memiliki nilai BEP 66 ton/ha. Sedangkan tanaman kategori RC 1, RC 2 dan RC 3 memiliki nilai BEP antara 44 ton/ha hingga 50 ton/ha. Adapun nilai Break Even Point (BEP) kategori PC pada tahun 2024 sebesar 58 ton/ha. Sedangkan nilai BEP kategori RC 1, RC 2 dan RC 3 berkisar antara 33 ton/ha hingga 40 ton/ha. Analisis risiko usaha tani tebu dilakukan dalam tiga tahap : 1) identifikasi sumber risiko, 2) penilaian risiko, 3) identifikasi mitigasi risiko. Terdapat 13 risiko yang teridentifikasi sebagai berikut : 1) kekeringan, 2) gulma, 3) hama tikus, 4) hama boktor, 5) hama ulat daun, 6) penyakit luka api, 7) varietas bibit tidak murni, 8) persentase perkecambahan rendah, 9) tebu roboh, 10) tebu terbakar, 11) kenaikan harga bibit, 12) kenaikan harga pupuk, 13) keterlambatan pembayaran atas penjualan produk. Risiko teridentifikasi tersebut dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu : 1) risiko terkait alam, 2) risiko terkait sumber daya produksi dan pengelolaan dan 3) risiko terkait faktor ekonomi. Tahap selanjutnya dalam analisis risiko adalah melakukan penilaian risiko. Terdapat lima risiko masuk kategori tingkat risiko tinggi, tujuh risiko masuk kategori tingkat risiko sedang dan satu risiko masuk tingkat risiko rendah. Risiko yang masuk kategori tingkat risiko tinggi adalah kekeringan, hama boktor, persentase perkecambahan rendah, tebu roboh, tebu terbakar. Petani selaku subjek pelaku usaha telah melakukan berbagai upaya mitigasi risiko. Terdapat 20 upaya mitigasi yang dilakukan oleh petani dengan tujuan menekan dampak dan probabilitas risiko.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | P226068 |
| Uncontrolled Keywords: | risiko, manajemen, tebu, produktivitas |
| Subjects: | P > P550 Production standards P > P555 Profit R > R278 Risk |
| Divisions: | Program Pascasarjana & Profesi > S2 Agribisnis |
| Depositing User: | Mr. Muhammad Irfani Abdullah |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 07:27 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 07:27 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40023 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
