SAPUTRI, Sausan Aurora (2026) Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Rebusan Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) dengan dan tanpa Fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Download (131kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Download (262kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Restricted to Repository staff only until 24 February 2027. Download (581kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Restricted to Repository staff only until 24 February 2027. Download (699kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Restricted to Repository staff only until 24 February 2027. Download (912kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB V_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Download (130kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Download (649kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN_SAUSAN AURORA SAPUTRI_I1C022018_2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) merupakan herbal yang berpotensi sebagai sumber antioksidan dan antibakteri alami karena kandungan flavonoid dan terpenoid. Fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dapat meningkatkan aktivitas biologis herbal melalui peningkatan senyawa fenolik dan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan dan antibakteri rebusan rimpang temu hitam dengan dan tanpa fermentasi menggunakan S. cerevisiae. Metodologi: Simplisia rimpang temu hitam direbus 15 menit dan dibuat menjadi dua perlakuan, yaitu tanpa fermentasi dan fermentasi menggunakan S. cerevisiae. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH untuk menentukan nilai IC₅₀. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus dalam tiga kali replikasi dan dianalisis menggunakan independent t-test dengan taraf kepercayaan 95% menggunakan R Studio. Hasil Penelitian: Aktivitas antioksidan rebusan rimpang temu hitam meningkat setelah fermentasi, yang ditunjukkan oleh penurunan nilai IC₅₀ dari 10,54 ± 0,84% menjadi 7,41 ± 0,17% pada sampel fermentasi dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus juga mengalami peningkatan setelah fermentasi, dari masing-masing 0,78 ± 0,69 mm dan 0,60 ± 0,54 mm pada sampel tanpa fermentasi menjadi 1,41 ± 1,46 mm dan 1,12 ± 0,99 mm pada sampel fermentasi dengan perbedaan yang tidak signifikan (p > 0,05). Namun, kedua sampel tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap B. cereus. Kesimpulan: Terdapat perbedaan aktivitas antioksidan antara sampel tanpa dan dengan fermentasi, di mana fermentasi dengan S. cerevisiae meningkatkan aktivitas antioksidan secara signifikan. Terdapat perbedaan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli, tetapi peningkatannya tidak signifikan, serta tidak terdapat aktivitas terhadap B. cereus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | I26136 |
| Uncontrolled Keywords: | antibakteri, antioksidan, Curcuma aeruginosa, fermentasi, Saccharomyces cerevisiae |
| Subjects: | H > H107 Herbs M > M196 Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Mrs. SAUSAN AURORA SAPUTRI |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:25 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 06:25 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
