Pengaruh AI Non-Disclosure Advertisement pada Brand Trust dan Purchase Intention: Mediasi Persepsi Keaslian, Kengerian, dan Moderasi AI Literacy Scale (AILS)

FIRDAUS, Azka Rifqi (2026) Pengaruh AI Non-Disclosure Advertisement pada Brand Trust dan Purchase Intention: Mediasi Persepsi Keaslian, Kengerian, dan Moderasi AI Literacy Scale (AILS). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026..pdf

Download (143kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Azka Rifqi Firdays-C1B022070-Skripsi-2026..pdf

Download (341kB)
[img] PDF (BabI)
BAB I-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026..pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2027.

Download (408kB)
[img] PDF (BabII)
BAB II-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026..pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2027.

Download (688kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB III-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026..pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2027.

Download (478kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB IV-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026..pdf
Restricted to Repository staff only

Download (986kB)
[img] PDF (BabV)
BAB V-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026..pdf

Download (387kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Azka Rifqi Firdaus-C1B022070-Skripsi-2026..pdf

Download (348kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Azka Rifqi Firdays-C1B022070-Skripsi-2026..pdf
Restricted to Repository staff only

Download (380kB)

Abstract

Penelitian Skripsi yang berjudul “Pengaruh AI Non-Disclosure Advertisement pada Brand Trust dan Purchase Intention: Mediasi Persepsi Keaslian, Kengerian, dan Moderasi AI Literacy Scale (AILS)” karya Azka Rifqi Firdaus (C1B022070) ini menyoroti fenomena disrupsi teknologi Generative AI dalam lanskap pemasaran digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tren di mana merek memanfaatkan efisiensi AI untuk memproduksi konten visual hiperrealistis, namun cenderung menyembunyikan status penggunaannya (Non-Disclosure) demi menciptakan ilusi kesempurnaan. Penelitian ini mengidentifikasi urgensi masalah bahwa strategi ketidakterbukaan tersebut justru berpotensi menjadi bumerang bagi perusahaan. Bagi konsumen Digital Natives (Generasi Z dan Milenial), ketidakjelasan asal-usul konten memicu skeptisisme terhadap keaslian atau Authenticity serta memancing respons psikologis negatif berupa rasa ngeri atau aneh yang disebut Uncanny Valley/Eeriness, yang pada akhirnya mengancam fondasi kepercayaan merek dan niat beli. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji secara empiris dampak strategi Non-Disclosure pada iklan komersil terhadap kepercayaan dan keputusan pembelian, dengan melibatkan persepsi visual dan literasi teknologi sebagai faktor penentu. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain riset eksplanatori. Data dikumpulkan melalui survei daring terhadap 125 responden dari kalangan Generasi Z dan Milenial (usia 18-44 tahun) yang merupakan pengguna aktif media sosial di Indonesia, dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Responden diberikan stimulus berupa video iklan vertikal yang mengandung elemen manusia virtual berbasis AI tanpa label transparansi. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji hipotesis pengaruh langsung, mediasi, dan moderasi antar variabel. Temuan utama penelitian ini membuktikan bahwa strategi menyembunyikan penggunaan AI adalah langkah yang kontraproduktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa AI Non-Disclosure berpengaruh negatif signifikan terhadap persepsi keaslian dan berpengaruh positif signifikan terhadap persepsi kengerian atau Eeriness. Runtuhnya kepercayaan merek atau Brand Trust terjadi melalui dua mekanisme mediasi penuh: jalur rasional (hilangnya persepsi keaslian) dan jalur emosional (munculnya rasa ngeri). Temuan teoritis yang paling menonjol adalah adanya paradoks pada peran AI Literacy. Bertentangan dengan asumsi umum, tingginya literasi teknologi justru memperkuat efek negatif dari Eeriness; konsumen yang paham teknologi memiliki kemampuan deteksi visual yang lebih tajam terhadap cacat atau glitch AI, sehingga respons penolakan mereka menjadi lebih intens. Sebagai kesimpulan, kepercayaan merek terbukti menjadi prediktor mutlak bagi Purchase Intention, di mana hilangnya kepercayaan akibat isu transparansi secara langsung mematikan niat beli konsumen. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan implikasi manajerial berupa penerapan strategi Transparansi Radikal. Merek disarankan untuk meninggalkan strategi "sembunyi tangan" dan beralih ke pengungkapan proaktif (seperti penggunaan label #MadeWithAI) untuk membangun persepsi kejujuran. Selain itu, pemasar perlu menghindari jebakan Uncanny Valley dengan tidak memaksakan penggunaan avatar manusia virtual yang belum sempurna, serta menerapkan pendekatan humanis atau Human-in-the-Loop dalam materi iklan yang ditujukan bagi segmen konsumen berliterasi tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: C26105
Uncontrolled Keywords: AI Non Disclosure Advertisement, AI Generative, AI, Perceived Eeriness, Perceived Authenticity, Brand Trust, Purchase Intention, AI Literacy Scale
Subjects: A > A502 Artificial intelligence
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Manajemen
Depositing User: Mr Azka Rifqi Firdaus
Date Deposited: 26 Feb 2026 05:04
Last Modified: 26 Feb 2026 05:04
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40220

Actions (login required)

View Item View Item