Perbandingan Kelenturan Pegas Kantilever Tunggal Koil dan Tanpa Koil pada Australian Wire Ortodontik dengan Panjang Kawat yang Sama (Penelitian Eksperimental In Vitro)

DEWI, Putri Risma (2016) Perbandingan Kelenturan Pegas Kantilever Tunggal Koil dan Tanpa Koil pada Australian Wire Ortodontik dengan Panjang Kawat yang Sama (Penelitian Eksperimental In Vitro). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
1 COVER Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf

Download (991kB)
[img] PDF (Legalitas)
2 LEGALITAS Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
3 ABSTRACT Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (BabI)
4 BAB I Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2027.

Download (1MB)
[img] PDF (BabII)
5 BAB II Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2027.

Download (2MB)
[img] PDF (BabIII)
6 BAB III Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2027.

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
7 BAB IV Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (BabV)
8 BAB V Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
9 DAFTAR PUSTAKA Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf

Download (983kB)
[img] PDF (Lampiran)
10 LAMPIRAN Putri Risma Dewi 616273-2016.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kelenturan pegas adalah kemampuan suatu pegas untuk menghasilkan defleksi setelah menerima gaya tertentu. Kelenturan pegas bergantung pada jenis kawat, diameter kawat, diameter koil, dan panjang lengan pegas. Semakin besar diameter kawat, maka akan semakin besar kekuatan yang dihasilkan, tetapi kelenturan kawat akan semakin berkurang, sedangkan semakin panjang lengan, maka kekuatan pegas tersebut akan semakin berkurang dan kelenturannya semakin meningkat. Kelenturan dari suatu pegas perlu diperhatikan agar menghasilkan pergerakkan gigi yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kelenturan pegas kantilever tunggal koil dan pegas kantilever tunggal tanpa koil pada Australian wire ortodontik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan menggunakan 48 sampel untuk uji kelenturan dan dibagi dalam enam kelompok. Kelompok 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah kantilever tunggal koil dengan diameter 0,012”, 0,014”, dan 0,016”. Kelompok 4, 5, dan 6 berturut-turut adalah kantilever tunggal tanpa koil dengan diameter 0,012”, 0,014”, dan 0,016”. Uji kelenturan dilakukan dengan teknik defleksi pegas menggunakan besar kekuatan 30 gram yang diukur dengan alat tension gauge. Hasil uji kelenturan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik one way ANOVA. Hasilnya terdapat perbedaan kelenturan yang bermakna (p<0,05) antara pegas kantilever tunggal koil dan tanpa koil pada Australian wire berdiameter 0,012”, 0,014”, dan 0,016” dengan panjang yang sama. Simpulan dari penelitian ini adalah desain kantilever tunggal dan diameter kawat berpengaruh signifikan terhadap kelenturan pegas. Kelenturan tertinggi terdapat pada kelompok pegas kantilever tunggal tanpa koil berdiameter 0,012” dan kelenturan terendah adalah pada kelompok pegas kantilever tunggal koil berdiameter 0,016”.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: G16274
Uncontrolled Keywords: Kelenturan pegas, kantilever tunggal koil, kantilever tunggal tanpa koil, Australian wire
Subjects: D > D99 Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Pendidikan Dokter Gigi
Depositing User: Mrs Lati Larasati UPA Perpustakaan Unsoed
Date Deposited: 06 Mar 2026 08:31
Last Modified: 06 Mar 2026 08:31
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40423

Actions (login required)

View Item View Item