Analisis Keragaman Genetik Sepuluh Aksesi Cabat Merah(Capsicum annuum L.)Indonesia Menggunakan Marka Random Amplified Polymorphic DNA

DWI BASUKI, M Teguh (2018) Analisis Keragaman Genetik Sepuluh Aksesi Cabat Merah(Capsicum annuum L.)Indonesia Menggunakan Marka Random Amplified Polymorphic DNA. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img]
Preview
PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (29kB) | Preview
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (447kB)
[img]
Preview
PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (125kB) | Preview
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (28kB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (57kB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (261kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (147kB)
[img] PDF (Lampiran)
lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (757kB)

Abstract

Cabai merupakan komoditas sayuran buah yang mempunyai nilai ekonomicukup tinggi. Upaya perbaikan genetik merupakan salah satu alternatif pemuliaantanaman untuk mengendalikan karakter tanaman cabai. Informasi keragaman genetiktanaman pada tingkat individu maupun populasi perlu diketahui. Hal ini bergunasebagai dasar pertimbangan dalam menyusun strategi pemuliaan tanaman secaraberkelanjutan. Penelititan ini bertujuan untuk 1) mengetahui primer-primer yangdapat memunculkan tingkat polimorfisme yang paling tinggi, 2) mengetahui tingkatkeragaman genotipe tanaman cabai merah dengan mendeteksi pola polimorfisme pita,3) mengetahui struktur kekerabatan tanaman cabai merah menggunakan pohonfilogenik.Penelitian dilakukan mulai Juli hingga Oktober 2017 di Laboratorium GenetikaMolekuler dan Modifikasi Jalur Biosintesis Tanaman, Pusat Penelitian Bioteknologi,Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, Jawa Barat. Sampel yangdigunakan untuk karakterisasi yaitu pucuk daun tanaman lima aksesi cabai rawit(Sona, Nero, SRET, Kresna dan Bangkok) dan lima aksesi cabai merah keriting(F6_159_111, Laris, F6_120_159, Yuni dan SSP) dari kebun koleksi plasma nutfahPusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Cibinong,Jawa Barat. Isolasi DNA cabai dilakukan menggunakan metode Edwards et al. (1991)yang telah dimodifiksi oleh Franks Lab (2005). Penilaian keragaman genetik sepuluhaksesi tanaman cabai dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sebelasmarka molekuler. Template DNA cabai diamplifikasi menggunakan Touch DownRandomAmplifiedPolymorphicDNA-PolymeraseChainReaction(TD-RAPD-PCR).Analisisklaster berdasarkan kesamaan genetik pada sepuluh aksesi cabaiIndonesia menunjukkan pemisahan aksesi ke dalam dua klaster utama, yaitu: klaster Iyang terdiri dari lima cabai keriting (F6_159_111, Laris, F6_120_159, Yuni, danSSP) dan satu cabai rawit (Nero), dan klaster II yang terdiri dari empat cabai rawit(Sona, Sret, Kresna, dan Bangkok). Principle component analysis (PCA)menampilkan sepuluh aksesi cabai terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: Kelompok 1(F6_159-111, Laris, F6_120_159, Yuni, SSP, dan Nero), Kelompok 2 (Sret, Kresna,dan Bangkok), dan Kelompok 3 (Sona). Jarak kekerabatan genetik antara seluruhcabai merah keriting sangat dekat, seperti antara Yuni dengan SSP dengan nilaiJaccard’s similarity sebesar 0.833, sedangkan pada kelompok cabai rawit yaitu antaraKresna-Sret dengan nilai Jaccard’s similarity sebesar 0.835. Jarak kekerabatangenetik yang paling jauh ditemukan antara Nero dengan seluruh cabai rawit. Hasil inimemberikan informasi mengenai keragaman genetik cabai dan pedoman untukmemilih aksesi potensial untuk pemuliaan tanaman, yaitu aksesi dengan jarakkeragaman genetik yang jauh. Pemuliaan tanaman menggunakan tetua dengankeragaman genetik yang sama dapat menyebabkan sifat-sifat agronomi yang tidakbaik, seperti suseptibilitas terhadap hama dan patogen, atau produktivitas rendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A18040
Uncontrolled Keywords: Keragaman Genetik, Cabat MerahMarka Random Amplified Polymorphic DNA
Subjects: P > P135 Pentecostalism
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi
Depositing User: Mrs Roida Roida
Date Deposited: 15 Jul 2020 07:13
Last Modified: 13 Jul 2021 03:27
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/4043

Actions (login required)

View Item View Item