Pengaruh Daya Saing Daerah terhadap Investasi dan Dampaknya pada Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

HARSONO, Pramudi (2026) Pengaruh Daya Saing Daerah terhadap Investasi dan Dampaknya pada Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Doctoral thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover PRAMUDI HARSONO.pdf

Download (627kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas PRAMUDI HARSONO.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak PRAMUDI HARSONO.pdf

Download (760kB)
[img] PDF (BabI)
Bab I PRAMUDI HARSONO.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2027.

Download (1MB)
[img] PDF (BabII)
Bab II PRAMUDI HARSONO.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2027.

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III PRAMUDI HARSONO.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2027.

Download (890kB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV PRAMUDI HARSONO.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V PRAMUDI HARSONO.pdf

Download (724kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka PRAMUDI HARSONO.pdf

Download (720kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran PRAMUDI HARSONO.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (842kB)

Abstract

Pembangunan ekonomi daerah merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan nasional yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di Indonesia yang memiliki heterogenitas wilayah tinggi. Meskipun kebijakan desentralisasi telah memberikan kewenangan luas kepada pemerintah daerah, ketimpangan daya saing antarprovinsi masih menjadi tantangan serius. Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa provinsi di Pulau Jawa cenderung mendominasi peringkat tertinggi, sementara sebagian besar wilayah di Indonesia Timur masih tertinggal. Disparitas ini berdampak langsung pada ketimpangan arus investasi dan pertumbuhan ekonomi regional. Investasi sendiri berperan sebagai motor penggerak peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, kajian empiris yang mengintegrasikan daya saing daerah, investasi, dan PDRB dalam satu kerangka analisis komprehensif masih terbatas, khususnya yang menguji peran mediasi investasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung daya saing daerah terhadap pertumbuhan ekonomi serta pengaruh tidak langsungnya melalui investasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data yang digunakan adalah data panel yang mencakup 34 provinsi di Indonesia selama periode 2019–2023. Variabel eksogen dalam penelitian ini adalah lima pilar daya saing daerah yang terdiri atas lingkungan pendukung (institusi, infrastruktur, adopsi TIK, stabilitas makroekonomi), sumber daya manusia (kesehatan dan keterampilan), pasar (pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar), ekosistem inovasi (dinamika bisnis dan kapabilitas inovasi), serta sumber daya alam (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dan Indeks Pengelolaan Sumber Daya Alam). Variabel mediasi adalah investasi (realisasi PMA dan PMDN), sedangkan variabel endogen adalah pertumbuhan ekonomi (laju PDRB). Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) dalam kerangka Structural Equation Modeling (SEM) dengan paket lavaan di R Studio, yang memungkinkan pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pilar daya saing daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui investasi. Lingkungan pendukung memberikan kontribusi terbesar, diikuti oleh sumber daya manusia, ekosistem inovasi, pasar, dan sumber daya alam. Investasi terbukti berperan sebagai variabel mediasi parsial yang memperkuat hubungan antara daya saing daerah dan pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, peningkatan kualitas lingkungan pendukung, sumber daya manusia, ekosistem inovasi, efisiensi pasar, serta tata kelola sumber daya alam tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan output ekonomi, tetapi juga mendorong masuknya investasi yang kemudian memperluas kapasitas produksi dan menciptakan efek pengganda terhadap perekonomian regional. Temuan ini mengonfirmasi bahwa investasi merupakan mekanisme transmisi penting yang menghubungkan daya saing daerah dengan pertumbuhan ekonomi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan daya saing daerah merupakan prasyarat strategis bagi peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu memprioritaskan perbaikan kualitas institusi dan birokrasi, percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan digital, peningkatan kualitas kesehatan dan keterampilan tenaga kerja, penguatan ekosistem inovasi berbasis potensi lokal, serta tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Kebijakan investasi harus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi daerah dalam jangka panjang. Bagi pemerintah pusat, temuan ini dapat menjadi dasar perumusan kebijakan afirmatif bagi daerah dengan daya saing rendah, khususnya di kawasan Indonesia Timur, melalui skema insentif fiskal, Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik, dan pendampingan teknis guna mendorong pemerataan pertumbuhan dan memperkuat fondasi ekonomi nasional secara lebih seimbang.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Nomor Inventaris: P326005
Uncontrolled Keywords: daya saing daerah, investasi, pertumbuhan ekonomi, analisis jalur, data panel, Indonesia
Subjects: E > E40 Economic develop ment
Divisions: Program Pascasarjana & Profesi > S3 Ilmu Ekonomi
Depositing User: Mr. PRAMUDI HARSONO
Date Deposited: 12 Mar 2026 02:37
Last Modified: 12 Mar 2026 02:37
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40445

Actions (login required)

View Item View Item