Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Rebusan Temulawak (Curcuma xanthorrhiz) Dengan Fermentasi Menggunakan Saccharomyces cerevisiae Secara In Vitro

BRAMINTA, Claudia Asha (2026) Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Rebusan Temulawak (Curcuma xanthorrhiz) Dengan Fermentasi Menggunakan Saccharomyces cerevisiae Secara In Vitro. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf

Download (366kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf

Download (548kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Claudia Asha Braminta-I1C022055- Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (BabV)
BAB-V-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf

Download (235kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf

Download (801kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Claudia Asha Braminta-I1C022055-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman herbal Indonesia yang kaya akan senyawa flavonoid dan fenolik dengan potensi antioksidan dan antibakteri. Fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae diketahui mampu meningkatkan aktivitas biologis bahan herbal melalui biotransformasi senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dan antibakteri rebusan temulawak dengan dan tanpa fermentasi ragi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara in vitro. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan sebagai nilai IC50. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Levene, kemudian dilanjutkan dengan uji Indpendent t-test atau Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 0,05. Fermentasi menurunkan nilai IC50 rebusan temulawak dari 5,57 ± 0,29% menjadi 4,99 ± 0,10% (b/v) yang menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas antioksidan, namun tidak berbeda signifikan secara statistik. Aktivitas antibakteri menunjukkan peningkatan diameter zona hambat terhadap E. coli (0.13 mm) dan S. aureus (0.43 mm) pada sampel dengan fermentasi ragi, tetapi tidak menunjukkan aktivitas terhadap B. cereus. Seluruh perbedaan yang diperoleh tidak signifikan secara statistik. Fermentasi rebusan temulawak dengan Saccharomyces cerevisiae meningkatkan aktivitas antioksidan dan antibakteri, namun belum menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: I26196
Uncontrolled Keywords: antioksidan, antibakteri, fermentasi, Saccharomyces cerevisiae, temulawak
Subjects: F > F116 Fermentation
Divisions: Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Mrs Claudia Asha Braminta
Date Deposited: 16 Apr 2026 02:06
Last Modified: 16 Apr 2026 02:06
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40626

Actions (login required)

View Item View Item