IFTINAANDA, Aufanoor (2026) Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Paru di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Banyumas dengan Metode Defined Daily Dose (DDD). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Download (169kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Download (301kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Restricted to Repository staff only until 17 April 2027. Download (279kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Restricted to Repository staff only until 17 April 2027. Download (612kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Restricted to Repository staff only until 17 April 2027. Download (309kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Restricted to Repository staff only Download (336kB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB V_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Download (143kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUTAKA_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Download (337kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN_AUFANOOR IFTINAANDA_G1A022005.pdf Restricted to Repository staff only Download (983kB) |
Abstract
Latar belakang: Infeksi paru merupakan salah satu penyebab utama tingginya morbiditas dan mortalitas pada pasien rawat inap di rumah sakit. Tingginya angka kejadian infeksi paru yang disertai morbiditas dan mortalitas yang tinggi menyebabkan penggunaan antibiotik menjadi bagian penting dalam penatalaksanaan pasien. Penggunaan antibiotik tanpa disertai evaluasi dan pemantauan yang tepat berpotensi menyebabkan penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian resistensi antibiotik. Selain itu, adanya variasi pola kuman serta belum tersedianya pedoman penggunaan antibiotik berbasis data lokal di RSUD Banyumas menunjukkan urgensi dilakukannya evaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien infeksi paru di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Banyumas periode Juli–Desember 2024 menggunakan metode Defined Daily Dose (DDD). Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien infeksi paru yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis penggunaan antibiotik dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode DDD per 100 hari rawat inap serta analisis Drug Utilization (DU) 90%. Hasil: Terdapat 11 jenis antibiotik yang digunakan dengan total konsumsi sebesar 97,756 DDD/100 hari rawat inap. Ceftriaxone injeksi merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan dengan nilai 44,44 DDD/100 hari rawat inap dan menempati persentase tertinggi dalam segmen DU 90%. Kesimpulan: Penggunaan antibiotik pada pasien infeksi paru di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Banyumas didominasi oleh antibiotik kelompok watch dan reserve, dengan ceftriaxone sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan, sehingga diperlukan evaluasi dan pemantauan penggunaan antibiotik secara berkelanjutan untuk meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik dan menekan risiko resistensi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | G26053 |
| Uncontrolled Keywords: | infeksi paru, antibiotik, Defined Daily Dose, DU 90%, resistensi antibiotik |
| Subjects: | L > L347 Lungs Diseases M > M167 Medical |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Mrs Aufanoor Iftinaanda |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 06:29 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 06:29 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40657 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
